Sabtu, 18 April 2026 WIB

MS Kaban Nilai Kasus PT ALAM Berbau Politis

Administrator Administrator
MS Kaban Nilai Kasus PT ALAM Berbau Politis
MS.Kaban
17MERDEKA,Medan-Mantan Menteri Kehutanan (Menhut) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), MS Kaban angkat bicara mengenai penyidikan Polda Sumut terhadap alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan sawit oleh PT Anugrah Langkat Makmur (ALAM).

Menurut MS Kaban, kasus tersebut sangat kental unsur politisnya. Sebab, kasus alih fungsi lahan yang telah terjadi puluhan tahun lalu baru diangkat jelang pelaksanaan Pilpres 2019.

"Ini kasus (alih fungsi lahan) sudah belasan tahun lalu, masyarakat ikut terlibat menikmati. Apa itu tidak kadaluarsa. Kalau saya melihatnya, sangat politis," kata MS Kaban di Medan, Minggu (10/2).

Saat menjabat Menhut, MS Kaban mengaku sudah pernah mempersoalkan kasus alih fungsi lahan tersebut. Namun, karena masyarakat ikut menikmati dan berbaur jadi urung dilakukan.

"Harusnya ada kearifan lokal. Di sana pun ada unsur pinjaman ADB (Asian Development Bank)," paparnya.

Karena kasus ini diangkat jelang Pilpres, maka akan muncul peresepsi aparat penegak hukum terhadulu tidak bekerja.

"Kapolda, Kapolres sebelumnya ke mana saja, sudah puluhan tahun kasus ini. Muncul persepsi pejabat sebelumnya kenapa diam. Hukum jangan dijadikan alat, hukum harus konsisten. Persepsi politis di kasus ini sangat tinggi," sebutnya.

Seperti diketahui, Polda Sumut tengah menyelidiki kasus alih fungsi lahan hutan seluas 300 hektar lebih menjadi perkebunan oleh PT ALAM.

Dalam kasus ini, Direktur PT ALAM, Musa Idishah (Dody) yang juga adik Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck) telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Ijeck yang telah diperiksa lebih dari 10 jam masih berstatus saksi (17M.02)

Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini