Rabu, 22 April 2026 WIB

Sistem Online PPDB Menambah Kesan Buruk Dunia Pendidikan Sumut

Administrator Administrator
Sistem Online PPDB Menambah Kesan Buruk Dunia Pendidikan Sumut
Foto :: Sesaat, Seketaris PPDB SUMUT Elisabet Simanjuntak Marah-Marah Di Depan Anggota DPRSU

17MERDEKA::Banyak masalah dalam penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Sumatera Utara khususnya Pematang Siantar menyebabkan berbagai persoalan yang tak kunjung selesai.Kapasitas server yang disiapkan rupanya tidak mencukupi, hingga sejumlah calon siswa sekolah merasa dirugikan dan menambah buruk dunia pendidikan di Sumatera Utara .

Seorang calon siswi SMAN 6 Pematang Siantar bernama Sonya Fransiska terhimbas masalah tak kunjung selesai akibat hal tersebut.Permasalahan yang telah menjadi viral di beberapa media membuat orang tua Sonya Fransiska mengadukan nasib anaknya Kepada Sutrisno Pangaribuan salah seorang Anggota DPRD Fraksi PDIP di gedung Dewan (14/7/2017)

Mendengarkan keluhan orang tua calon siswi, Sutrisno Pangaribuan Anggota DPRD SU langsung menuju ke kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara bersama dengan orang tua calon siswi guna mencari titik terang permasalahan tersebut.

Setelah permasalahan disampaikan oleh salah seorang pegawai PPDB Online Disdik Sumut di Jalan Cek Ditiro Medan tiba-tiba sekretaris PPBD Online Sumut Elizabet Simanjuntak memasuki ruangan dan mengeluarkan kata-kata kurang pantas dengan nada tinggi dan mengusir wartawan." Buat Ribut saja,Jangan ganggu orang kerja kalian,Enggak ada etika kalian, keluar kalian"  Ucap, Seketaris PPBD Online Sumut Elisabet Simanjuntak yang terkesan tak beretika.

Jabatan Seketaris PPBD Sumut itu, terkesan tak pantas dijabat oleh Elisabet Simajuntak. Saat itu, terlihat jelas emosi Elisabet Simanjuntak tak terkendali seakan mengalami gangguan jiwa dengan amarah tak terkontrol di depan seorang wakil rakyat yang jelas datang guna mempertanyakan permasalahaan tersebut.

Dalam hal tersebut anggota DPR SU fraksi PDI P Sutrisno Pangaribuan angkat bicara dan mengatakan kenapa pemaksaan sistem yang belum siap di jalankan. Akibatnya 28.350 kursi tidak terisi,ini sama dengan menghilangkan kesempatan 28.350 anak untuk duduk dikursi SMA/SMK Negeri.

" Ini bukan sekedar kekeliruan, namun merupakan kejahatan kemanusiaan yaitu pelanggaran hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak "ini sangat tidak bisa dibiarkan ", Ujar , Sutrisno.

Sementara itu,Donny Nainggolan Sekjen DPC.Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kota Medan terkait pengusiran jurnalis menyarankan Kepala Dinas Pendidikan Sumut agar mengkaji ulang jabatan seketaris PPDB Sumut yang di jabat oleh Elizabet Simanjuntak yang terkesan tak ada etika.

"Didepan anggota dewan serta di gedung milik pemerintahan marah tanpa kontrol diri sungguh memalukan.Sudahlah gagal melaksanakan program hingga mengakibatkan dunia pendidikan tercoreng, karakter juga buruk. Siapapun yang menghalangi jurnalis dalam melaksanakan tugasnya rapatkan barisan, laporkan saja ke Polisi. Komite Wartawan Reformasi Indonesia siap memberikan pelajaran orang-orang seperti itu,Ujar, Donny Nainggolan Sekjen DPC KWRI Kota Medan dengan nada tinggi.(Indra Jabrik)




Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini