Kamis, 03 September 2026 WIB

HUT Bhayangkara Ternodai Arogansi Walpri Kapoldasu

Wartawan Dihalangi Wawancara
Administrator Administrator
HUT Bhayangkara Ternodai Arogansi Walpri Kapoldasu
17merdeka.com
Oknum walpri Kapoldasu Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak

17MERDEKA, MEDAN - Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Bhayangkara menjadi mementum untuk introspeksi diri sejauh mana dalam memberi pelayanan, mengayomi dan melindungi masyarkat. Harapan masyarakat dengan motto yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadikan Polri Presisi dimaksudkan agar Polri meningkatkan kinerja sesuai tugas pokok dan fungsi Polri seutuhnya.

Polri pun diajak untuk tidak menyakiti hati rakyat, namun sebaliknya memberi pelayanan, perlindungan dan mengayomi. Akan tetapi, perintah Kapolri dengan konsep Polri Presisi, Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi berkeadilan, ternyata masih saja ada oknum yang mengesampingkannya.

Salah satunya adalah oknum Pengawal Pribadi (Walpri) Kapoldasu Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak. Pria berbadan tegap (foto) itu dikenal wartawan yang sehari-hari bertugas di Mapoldasu kerap bertindak arogan tatkala wartawan ingin wawancara dengan Kapoldasu Irjen Panca Simanjuntak. Padahal, Kapoldasu sendiri sangat respek terhadap awak media.

Ironisnya, tindakan arogansi itu diperlihatkannya ketika perayaan HUT ke 75 Bhayangkara di Mapoldasu. Seusai memimpin upacara kenaikan pangkat di Lapangan KS Tubun Mapoldasu, para wartawan didatangi Kapoldasu lalu melakukan wawancara sejenak.

Tapi, ketika hendak mulai wawancara, oknum Walpri itu berusaha menghalangi sambil menarik-narik baju wartawan. Sontak saja wartawan yang sudah mulai mengangkat hanphone untuk merekam wawancara merasa terganggu.

"Jangan dekat kau-jangan dekat," kata oknum berpangkat bintara itu, padahal jarak wawancara Kapolda dengan wartawan ada 1 meter lebih dan wartawan yang hanya beberapa orang saja semua memakai masker.

Melihat tindakan oknum Polri yang tidak bersahabat, dengan tegas dilawan wartawan. "Harus kekmana lagi jauhnya, masa wawancara harus jauh", balas wartawan. Oknum Bhayangkara itupun terdiam, hingga wawancara selesai.

Tindakan arogansi oknum pengawal Kapoldasu itu mendapat tanggapan dari Ketua Forum Wartawan Poldasu Zulkifli Tanjung. Zulkifli mengatakan, Kapoldasu yang menjadikan media sebagai mitra strategis dalam memeliharan kamtibmas justru tidak sejalan dengan anak buahnya.

"Kami melihat Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak sangat respon terhadap wartawan, tidak pernah menolak wartawan jika wawancara door stop, tapi justru dihalangi Walpri. Kami berharap agar sinergitas antara Polri dengan media yang sudah terbangun dengan baik di Poldasu tidak terciderai, agar Kapoldasu menindak tegas oknum Walpri tersebut," kata mereka.

Zulkifli mengaku sudah sering mendapat aduan dari para wartawan soal prilaku oknum Walpri itu tapi selama ini wartawan tidak pernah merespon.

"Kami menganggap sebagai tantangan wartawan di lapangan tapi yang kami sayangkan justri arogansi oknum Polri itu terjadi tatkala perayaan HUT ke 75 Bhyangkara yang seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk introspeksi diri," tegas Zulkifli.

Sementara itu, Penasehat wartawan Poldasu, Josmarlin Tambunan mengaku dan sering melihat jika oknum walpri itu tidak berjiawa Bhayangkara. Oknum seperti itu perlu dididik untuk bersikap sopan dalam menghadapi masyarakat.

"Wartawan itu bekerja berdasarkan UU Pers No.40 tahun 1999, jika ada orang yang menghalangi tugas-tugas wartawan, berarti melanggar UU Pers itu," ujarnya.

"Kami sangat menyayangkan arogansi oknum walpri yang diperlihatkan kepada wartawan. Sikap dan prilaku demikian tidaklah sesuai dengan thema HUT ke 75 Bhayangkara," pungkasnya. (17M.05)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini