Sidang Pembunuhan Berencana

Saksi Ungkap 3 Terdakwa Mengancam Sebelum Membunuh Acek

Administrator Administrator
Saksi Ungkap 3 Terdakwa Mengancam Sebelum Membunuh Acek
17merdeka.com
Dua saksi kunci pembunuhan berencana yang dilakukan 3 pemuda Nias saat bersaksi di persidangan.

17MERDEKA, MEDAN - Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menggelar sidang perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Dji Goon Gunawan Alias Acek, pemilik kos-kosan yang dilakukan oleh 3 pemuda bersuku Nias.

Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi-saksi diantaranya saksi Rizki Nanda alias Awi Tanjung dan Ucharies anak kandung korban. Sidang dipimpin majelis hakim diketuai Deny L.Tobing berlangsung secara video teleconference di Ruang Cakra 9 PN Medan, Rabu (21/7/2021) sore.

Terungkapnya dugaan pembunuhan berencana dilakukan FZ (20) warga Desa Hilina Tafue Kecamatan Indanogawo Kabupaten Nias, AZ (21) dan BZ (24) keduanya warga Fadoro Taliwaa Desa Sisobahili Kecamatan Afulu Kabupaten Nias ini saat saksi di persidangan, Muhamad Riski Nanda alias Awi (19) yang juga kos di tempat korban.

Dalam keterangannya di bawah sumpah Awi menerangkan, awalnya saksi ingin membeli air mineral di tempat Acek, karena korban berjualan di kos-kosan miliknya itu. Ketika saksi Awi memanggil- manggil Acek dari luar kamar tempat korban berjualan sampai tiga kali tetapi tidak ada jawaban.

Saksi yang merasa penasaran mengintip dari atas pintu kamar kawat nyamuk dan Awi sangat terkejut melihat ada tiga orang laki-laki berada di dalam sedang memegang kepala, tangan dan kaki korban.

Pada saat itu aksi Awi diketahui oleh salah pelaku yang berada di kamar korban tersebut. Lalu saksi diancam, "Diam kau di situ". Karena ancaman tersebut saksi menjauh dari depan pintu kamar korban.

Selajutnya, saksi bertemu anak kos cewek lainnya yang berada di lantai satu langsung minta saksi untuk mencari bantuan. "Wi tolong Acek di dalam kamar sedang berantam sama orang," ucap Awi di persidangan. Tambahnya lagi, saat itu saksi langsung berlari ke lantai dua dan lantai tiga kos-kosan untuk meminta tolong.

Setelah anak kos berkeluaran dari kamar merekapun bergegas turun ke lantai satu. Namun, sesampai di kamar korban ketiga orang tersebut sudah tidak berada di kamar dengan meninggalkan korban sendiri dengan kondisi bersimbah darah.

Lalu anak korban meminta agar bapaknya segera dibawa kerumah sakit Bhayamgkara. Sesampai di RS Bhayangkara korban mendapat perawatan intensif. Perawatan medis terhadap korban hanya selama 4 jam diduga banyak mengelurkan darah hingga korban tewas.

Sementara itu, anak korban,Ucharies dalam keterangannya membenarkan keterangan Awi. Acharies menambahkan luka yang dialami korban sangat parah, kepala bagian belakang bolong, gigi bagian depan copot dan dada memar serta tangan ada luka gores.

Usai memdengarkan keterangan kedua saksi, majelis hakim menunda sidang hingga Rabu pekan depan untuk mendengar keterangan dari istri korban dan saksi lainya.

Seusai persidangan, Awi menuturkan kepada wartawan pernah mendengar para pelaku berbicara dua hari sebelum kejadian, mengucapkan akan membunuh korban.

"Saya menganggap itu hanya amarah sesaat para pelaku karena ditagih uang kos oleh korban tapi ternyata benar mereka bertiga membunuh secara keji," katanya. (17M.05)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini