Kevin Tiopan Pemilik Rumah di Jalan Lahat Tempuh Jalur Pengadilan

Administrator Administrator
Kevin Tiopan Pemilik Rumah di Jalan Lahat Tempuh Jalur Pengadilan
17merdeka.com
Tim kuasa hukum Kevin Tiopan yang menyiapkan surat permohonan untuk pengosongan rumah ke pihak pengadilan.

17MERDEKA, MEDAN - Tanah dan bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Lahat Nomor 56 D, Kelurahan Sei Renggas I, Kecamatan Medan Kota, Medan, secara legal (proses jual beli di hadapan notaris) adalah milik Kevin Tiopan. Namun pasca membeli rumah itu, ada pula orang yang mengklaim hingga menguasai fisik yang ditempati nenek Tioe Ek Hoa bersama 3 cucunya tersebut.

Untuk itu, Kevin Tiopan melalui tim kuasa hukumnya secara terpaksa menempuh jalur hukum dengan mengajukan permohonan pengosongan rumah ke pengadilan. Dasarnya adalah akta jual beli (AJB) Nomor 01 tahun 2021 di notaris Tringgani Tarigan SH.

"Jadi langkah hukum selanjutnya adalah mengajukan permohonan ke pengadilan untuk segera dilakukan pengosongan, dasarnya apa, iya dasarnya surat tanah di akta notaris itu kepemilikannya adalah atas nama Kevin," tegas Hardian Maulana Putra SH bersama Buha Siburian SH, M Fitra Agung Prawoto SH, dan M Ikhsan Agung SH dari Taruna Keadilan Law Office, Sabtu (4/9/2021) sore.

Dijelaskan Hardian, pihak yang mengklaim itu menuding bahwa AJB Kevin Tiopan palsu dengan tanda tangan yang dipalsukan.

"Di akta notaris itu ada bubuhan tandatangan mereka suami istri. Bahkan disebutkan keduanya ikut menghadap notaris. Artinya mereka ada di situ, ada proses jual beli sehingga apa yang mereka tuduhkan terbantahkan," jelas Hardian.

Ditegaskan, proses jual beli di hadapan notaris itu menurutnya sangat sah secara hukum karena ada notarisnya yakni, No. 01/2021 dengan jual beli rumah seharga Rp 900 juta.

"AJB ini adalah legal. Sampai detik ini belum ada yang mengatakan AJB itu palsu ataupun batal. Ini harus ditegaskan, belum ada pengadilan mana pun yang memutuskan AJB ini batal atau palsu," tegasnya lagi.

Disinggung apakah pihak yang mengklaim rumah itu memiliki surat, Hardian mengaku ada namun masih sebatas fotocopi.

"Mereka punya tidak ada asli. Kalau surat kita asli karena tidak mungkin ada sama kita surat yang asli kalau belum ada jual beli. Maka pesan kami, apabila menilai surat kami ini palsu maka silahkan saja melakukan gugatan ke pengadilan. Jadi sebelum ada keputusan pengadilan maka rumah itu harus dikosongkan," tandasnya. (17M.05)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini