Kamis, 04 Juni 2026 WIB

4 Pelaku Tewas, 1 Pelaku Berinisial A Masih DPO

Administrator Administrator
4 Pelaku Tewas, 1 Pelaku Berinisial A Masih DPO
Foto :Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Brigjen Pol Agus Andrianto, Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Kombes Pol Sandi Nugroho di RS Bhayangkara Medan.
17MERDEKA,Medan- Polisi terpaksa menembak mati empat tersangka perampokan sekaligus pembunuhan pengemudi (sopir) grab bike dan grab car. Kurang dari 30 jam pascakejadian petugas berhasil mengukap kasus yang menjadi Viral di semua media . "Anggota masih memburu satu tersangka lagi berinisial A (DPO)," terang Kapolda.Irjen Pol Paulus Waterpauw , Selasa (26/9)

Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pengungkapan kasus tersebut tak terlepas dari kerja keras anggotanya. "Ada tiga kasus kita rilis hari ini. Semuanya berkat kerja keras anggota, " kata Kapoldasu .

Dipaparkannya, pengungkapan kasus pertama, yakni perampokan disertai pembunuhan terhadap korban seorang driver grab bike, Riduan Limbong (33), warga Jalan Palem IX Linkungan X No 39 Blok IX, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia.

Kejadian bermula saat korban melintas di Bundaran Hotel Pardede, Jalan Juanda, Medan Polonia. Korban mengendarai Honda Vario BK 2132 AHC, Sabtu (23/9) sekira pukul 05.30 WIB, dipepet empat pelaku mengendarai dua unit sepeda motor. Korban spontan dianiaya dan ditusuk pisau hingga tersungkur bersimbah darah.

Selanjutnya, para pelaku kabur. Namun, seorang di antaranya, Mailando Dewantoro (24), warga Jalan Tuba IV No 22, Kecamatan Medan Denai, berhasil ditangkap setelah korban mencengkramnya hingga terjatuh dari sepeda motor. Sementara korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara.

Setelah mengamankan tersangka MD, petugas langsung bergerak cepat melakukan pegembangan. Hasilnya, Senin (24/9) sekira pukul 23.50 WIB, petugas mendapat informasi tersangka lain atas nama Zeilani alias Ze (25), warga Jalan Pinguin XIV Perumnas Mandala Medan, berperan memukul korban berkali-kali untuk merebut sepeda motor milik korban sedang melintas di Jalan HM Joni Medan dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario warna ungu lis biru BK 5346 AHA.

Berbekal info tersebut, tim gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru‎ melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Zei. Namun, saat dilakukan pengembangan, tersangka melakukan perlawanan menggunakan pisau dan berusaha melarikan diri sehingga diberikan tindakan tegas terukur. Setelah itu, pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk diberikan pertolongan medis, namun pelaku dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Selanjutnya, Senin (25/9) sekira pukul 21.00 WIB, petugas gabungan kembali melakukan pengembangan dan mendapat informasi keberadaan tersangka lain, Harianto alias Ari Tato (22) warga Tembung, Percut Sei Tuan, berperan menusuk tubuh korban hingg 8 liang, sedang berada di Jalan Sabaruddin, Kecamatan Medan Area.

Saat akan dilakukan penyergapan, pelaku mengeluarkan pisau dan menyerang petugas. Tim gabungan melakukan tembakan peringatan namun tidak diindahkan pelaku, bahkan terus menyerang petugas sehingga terpaksa ditembak mati. Sebagai barang bukti, petugas mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario BK 5346 AHA (yang digunakan tersangka saat beraksi), 3  STNK, sebuah obeng, 2 pisau, satu pisau lipat, satu unit HP dan sebuah tas.

Yang kedua, lanjut Kapoldasu, perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir Grab Car bernama David Julher Simanjuntak (45), warga Jalan Kemiri II Gang Harjo No 19 Kelurahan Sudirejo II, Medan Kota. Korban dibunuh dan jasadnya dibuang di parit Jalan Sempurna, Kecamatan Medan Kota, tepatnya di depan Giant House, Minggu (24/9) sekira pukul 01.00 WIB.

Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan kedua tersangka, Ari dan Rizky warga Tembung Pasar III, Percut Sei Tuan. Saat itu kedua tersangka masih mengendarai mobil Avanza putih nomor polisi BK 1281 BP milik korban dan melintas di Jalan Ismailiyah, Medan Area, Senin (25/9) sekira pukul 06.02 WIB.

Selanjutnya, petugas melakukan pengejaran terhadap mobil yang dikendarai pelaku. Namun, pelaku justru melarikan diri hingga petugas memberikan tembakan peringatan beberapa kali yang tak dihiraukan tersangka. Pelarian tersangka berakhir di Jalan Pandu, Medan Kota, tepatnya di depan Toko Sinar Mulia Sejahtera karena menabrak pohon. Setelah itu, pelaku  keluar dari mobil dan berusaha melarikan diri serta  melakukan perlawanan dengan pisau menyerang petugas hingga keduanya ditembak dan tewas di tempat.

Adapun barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka terdiri, 2 unit HP, satu KTP, sebuah SIM, satu kartu ATM, satu STNK mobil Toyota Avanza BK 1281 BP, satu kunci mobil, satu tas warna loreng.

"Kedua tersangka ini yang menusuk dada, telinga, kepala dan bagian tubuh korban hingga meninggal dunia, Motif ingin merampas dan menguasai milik korban  "kata, Kapolda (17M.09)

Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini