Senin, 26 Oktober 2026 WIB

Soal Setoran Bos Judi, Pengamat Hukum Minta Kapolres Pelabuhan Belawan Bertindak

Administrator Administrator
Soal Setoran Bos Judi, Pengamat Hukum Minta Kapolres Pelabuhan Belawan Bertindak
17merdeka

17MERDEKA, MEDAN - Pengamat hukum dan kriminal, Dr. Redyanto Sidi, S. H., M. H. menanggapi pernyataan Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon yang membantah adanya setoran dari pengelola judi meski diketahui perjudian tersebut jelas-jelas beroperasi berdampingan dengan sebuah Vihara yang merupakan tempat ibadah umat Budha. 

"Sah - sah saja kalau Kapolsek membantahnya, tapi bagaimana dengan fakta di lapangan yang tidak dapat ditutupi, tentu blunder," terang Redyanto, Rabu (6/6/2018). 

"Kapolres (Pelabuhan Belawan), harus turun tangan terhadap informasi ini untuk cek kebenaran informasi yang beredar. Tindak pelaku judi dan kalau benar terbukti dugaan Kapolsek 'main mata', selayaknya dicopot dan dihukum," tegasnya. 

Ditanya soal sulitnya melakukan penindakan meski sudah berulang kali diinformasikan masyarakat soal judi iti, Redyanto kembali menjelaskan, sekecil apapun informasi dari masyarakat sangat berharga, apalagi peristiwa ini sepertinya terang-terangan. 

"Bid Propam juga harus turun memeriksa Kapolsek tentang hal tersebut. Slogan polisi Promoter tidak boleh dinodai oleh oknum demikian," sebutnya.

Informasi terkini diterima, guna mengelabui masyarakat sekitar, pengelola judi tersebut dipanggil dengan nama Alung dan kaki tangannya Aking, dalam setiap hari besar keagamaan sering membagi-bagikan Sembako berupa beras, minyak hingga uang kepada masyarakat setempat. 

Hal itu dilakukan pengelola judi tersebut diduga agar masyarakat tutup mulut. Bukan itu saja, pengelola judi itu juga kerap menyumbangkan uang untuk kegiatan masyarakat setempat seperti dalam gotong royong membersihkan parit. 

"Memang pintar bos judinya itu bang, dia sering bagi bagi sembako, uang kepada masyarakat sekitar. Jadinya warga serba salah karena sudah makan uang judi itu, padahal masih banyak juga yang gak mau, tapi takut sama aparat yang ngawas lokasi itu," terang sumber informasi.

Kembali, Selasa (6/6/18), ketika beberapa wartawan menyambangi lokasi judi mesin tersebut guna melakukan konfirmasi agar tidak menjadi fitnah, beberapa pria bertubuh kekar berpangkas cepak memaksa wartawan menerima sejumlah uang.

"Udalah terima aja, ini sebagai uang minyak, bagi-bagi ya. Ini punya si Alung, kalau kakinya si Aking yang untuk urusan seperti ini, sama - sama ngerti aja kita bos," ucap pria berkacamata kepada wartawan. 

Mendapat perlakuan tersebut, wartawan sempat menyebut bahwa tujuan kedatangan hanya untuk melakukan konfirmasi sebagaimana yang dijunjung tinggi dalam kode etik jurnalis, para pria yang mengakui dirinya sebagai pengawas lokasi judi itu sempat memaksa. 

Namun karena bos pengelola judi yang dituju tidak juga muncul, konfirmasi akhirnya kandas dan wartawan meninggalkan lokasi sembari mengembalikan sejumlah uang yang dipaksa terima oleh para pria pengawas lokasi judi itu. 

Terkait hal itu, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis SH yang dikonfirmasi melalui selulernya juga tidak berhasil diduga sang kapoleres sengaja menolak seluruh panggilan selulernya agar sulit dikonfirmasi wartawan. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini