Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB
PERJALANAN PANJANG MEMBANGUN EKONOMI UMAT

MILAD SYARIKAT ISLAM KE-121 MOMENTUM TEGUHKAN TRILOGI PERJUANGAN

Administrator Administrator
MILAD SYARIKAT ISLAM KE-121 MOMENTUM TEGUHKAN TRILOGI PERJUANGAN

17MERDEKA||Peringatan Milad Syarikat Islam ke-121 pada 16 Oktober 1905- 16 Oktober 2026 bukan sekadar perayaan usia organisasi, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali perjuangan dalam membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan kualitas ilmu, dan memperkuat peran umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah Syarikat Islam mengajarkan bahwa kebangkitan umat harus dimulai dari kekuatan ekonomi. Haji Samanhudi merintis perjuangan melalui perdagangan batik, kemudian perjuangan berkembang melalui pemikiran dan gerakan organisasi yang diperkuat oleh H.O.S. Tjokroaminoto. Warisan ini menegaskan bahwa umat harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, mengembangkan potensi, dan membangun kesejahteraan bersama.

Di tengah tantangan zaman, kita tidak boleh terlalu sibuk membicarakan politik hingga melupakan pentingnya ekonomi umat. Politik memang penting, tetapi harus diimbangi dengan penguatan kewirausahaan, koperasi, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat. Kemandirian ekonomi merupakan fondasi untuk menciptakan kesejahteraan, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat daya saing umat.

Dalam konteks tersebut, trilogi perjuangan Syarikat Islam, “Sebersih-bersih Tauhid, Setinggi-tinggi Ilmu, dan Sepandai-pandai Siasah,” tetap relevan sebagai pedoman perjuangan.

Sebersih-bersih Tauhid menjadi landasan moral dan integritas. Setinggi-tinggi Ilmu menjadi bekal untuk menjawab tantangan zaman melalui pengetahuan dan inovasi. Sementara Sepandai-pandai Siasah mengajarkan kecakapan menyusun strategi, mengelola organisasi, dan memperjuangkan kepentingan umat secara bijaksana.

Ketiganya harus berjalan beriringan untuk melahirkan kader yang berkarakter, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pemuda Muslimin Indonesia sebagai Penerus Semangat Perjuangan

Sebagai organisasi serumpun Syarikat Islam, Pemuda Muslimin Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menjaga kesinambungan perjuangan serta melahirkan generasi muda yang berintegritas, berpengetahuan, dan mandiri secara ekonomi.

Milad Syarikat Islam ke-121 harus menjadi momentum bagi Pemuda Muslimin Indonesia untuk memperkuat kaderisasi, membangun kewirausahaan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. Pemuda tidak cukup hanya bangga terhadap sejarah, tetapi harus berani melanjutkan perjuangan melalui karya dan tindakan nyata.

Konsolidasi organisasi juga harus melampaui kegiatan seremonial dengan menghadirkan program yang terukur, kolaborasi yang produktif, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh umat. Syarikat Islam mewariskan nilai dan semangat perjuangan, sedangkan generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengembangkan, dan meneruskannya sesuai tantangan zaman.

Pada akhirnya, kebesaran organisasi tidak hanya diukur dari panjangnya sejarah, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan perubahan dan kesejahteraan bagi umat serta bangsa.

Sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara, saya mengajak seluruh kader untuk menjadikan Milad ke-121 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga tauhid, meninggikan ilmu, mengasah siasah, dan membangun kemandirian ekonomi umat.

Selamat Milad Syarikat Islam ke-121. Jangan hanya mewarisi kebesaran nama, tetapi lanjutkan semangat perjuangannya. Sebab, perjuangan sejati bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan menghadirkan karya nyata demi kemajuan umat dan bangsa.

Penulis :

Chaerul Umam Sinaga, S.Sos.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini