Selasa, 27 Oktober 2026 WIB

Penggunaan Bahasa Batak di Stasiun KA Medan Diprotes

Administrator Administrator
Penggunaan Bahasa Batak di Stasiun KA Medan Diprotes
17merdeka
Ketua AMAMI (Aliansi Masyarakat Adat Melayu Indonesia) Fachroel Rozi

17MERDEKA, MEDAN - Penggunaan bahasa Batak dalam membuat pengumuman di stasiun kereta api Medan oleh Pimpinan PT KAI Divisi Regional (Divre) 1 Sumatera Utara, menuai protes.

Ketua AMAMI (Aliansi Masyarakat Adat Melayu Indonesia) Fachroel Rozi menyebut, penggunaan bahasa tersebut adalah sesuati yang keliru.

"Letak lokasi stasiun berada di kota Medan, sudah jelas kota medan ini adalah tanah Melayu, tidak sepantasnya digunakan bahasa dari suku lain selain Melayu," kata Rozi kepada wartawan di Medan, Jumat (22/6).

Rozi mengaku kecewa dan menilai yang dilakukan pihak PT KAI Kurang tepat.

"Dari lintasan yang dilalui kereta api saja sudah bisa kita lihat hampir rata-rata stasiun itu ada di pesisir timur yang penumpang kereta api merupakan bukan sepenuhnya masyarakat batak," katanya.

Seharusnya menurut dia, sebelum memberlakukan penggunaan bahasa Batal tersebut, pihak PT KAI melakukan penelitian dan survey.

"Untuk itu kami meminta kepada pimpinan tertinggi PT KAI untuk mengevaluasi pihak-pihak terkait yang terlibat dalam perlakuan ini kami masyarakat melayu yang ada di kota medan sangat kecewa terhadap perlakuan pihak PT KAI," katanya.

Ia menambahkan, agar keputusan semena-mena ini tidak dilanjutkan.

"Hal ini juga terindikasi dalam pengkaburan sejarah asal usul kota Medan jelas terlihat kalau kota Medan itu adalah tanah deli tanah Melayu," ujarnya. (17M.05/rel) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini