Senin, 26 Oktober 2026 WIB

Kompol Faidir Bantah Terima Setoran dari Bandar Judi Sibolangit

Administrator Administrator
Kompol Faidir Bantah Terima Setoran dari Bandar Judi Sibolangit
Int
Kapolsekta Pancurbatu, Kompol Faidir Chan

17MERDEKA, MEDAN - Terkait arena perjudian di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit tak tersentuh hukum kembali beraktivitas setelah sempat tutup  diberitakan media, merembet ke nama Kompol Faidir Chan. Pasalnya, Kapolsekta Pancurbatu itu disebut-sebut diduga menerima setoran dari bandar judi tersebut. 

Isu yang beredar, bandar judi yang membuka lapak judi batu guncang itu memberikan setoran sebesar Rp 20 juta perbulan sehingga arena perjudian tersebut kembali aman beroperasi.

Menanggapi hal itu, Kapolsekta Pancur Batu Kompol Faidir Chan ketika dikonfirmasi terkait adanya upeti sebesar Rp 20 juta itu langsung membantah. 

"Itu tidak bener, arena perjudian tersebut sudah tutup. Masak sudah tutup di beritakan juga," jawab Kompol Faidir saat dikonfirmasi via seluler, Jumat (4/10/2019) sekira pukul 13.40 WIB. 

Saat disinggung soal jumlah upeti yang diserahkan pihak Bandar judi itu, kembali Kompol Faidir membantahnya. 

"Tidak bener dan tidak menerima upeti sebesar 20 juta. Itu fitnah," tandasnya mengelak. 

Diketahui, perjudian skala besar di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit kembali beraktivitas setelah sempat tutup beberapa hari usai kegiatan ilegal itu diberitakan media. Tetapi setelah pemberitaan berhenti, perjudian kembali beraktivitas.

Informasi diperoleh, bandar judi membuka kembali lapak mesin game ikan sebanyak 6 meja, dadu guncang dan perjudian lainnya. Lokasinya masih berada di tempat yang sama dengan pengawasan sejumlah oknum.

Menanggapi hal itu, Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan dikonfirmasi mengatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan. 

"Terimakasih informasinya, secepatnya akan kami selidiki kembali," ujarnya.

Ia mengatakan, Poldasu tidak mentolerir segala bentuk perjudian di Sumut, terutama di Medan. 

"Informasi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan, sehingga nantinya anggota di lapangan dapat segera melakukan penindakan, dan jika ada oknum kepolisian terlibat, pasti akan ditindak," sebutnya.

Informasi di lapangan, bandar judi di kawasan itu berisial TS. Ia menyewa tempat untuk lokasi perjudian itu dengan seseorang bernama Dolman, yang juga membuka dadu di lokasi yang sama. 

"Aktivitas ilegal tersebut berjalan karena dibacking oknum-oknum mengaku aparat," ujar sumber.

Dari keterangannya, omset perjudian tersebut mencapai ratusan juta rupiah setiap harinya. Para pemainnya berasal dari berbagai daerah, seperti Tanah Karo, Kota Medan, Deliserdang dan sekitarnya. 

"Permainan judi ini berlangsung hingga tengah malam," ujar sumber.

Warga di sana juga mengaku resah dengan adanya perjudian itu, sebab memengaruhi suami dan anak-anak mereka yang ikut-ikutan bermain judi. 

"Kami berharap aparat kepolisian melakukan penindakan," kata Br Tarigan, seorang ibu   rumah tangga, beberapa waktu lalu. (17M.05)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini