Selasa, 27 Oktober 2026 WIB

Kapolda Hadiri Dialog Kebangsaan Bersatu Untuk NKRI

Administrator Administrator
Kapolda Hadiri Dialog Kebangsaan Bersatu Untuk NKRI
17merdeka.com
Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto memberikan sambutan pada kegiatan FGD Dialog Kebangsaan, Selasa (22/10).

17MERDEKA, MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, menghadiri sekaligus membuka Focus Grup Discussion (FGD) Dialog Kebangsaan bertemakan Bersatu Untuk NKRI, di Balroom Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau, Selasa (22/10).

Selain Kapolda, hadir Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Irwasda, PJU Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, Dandim 0201/BS, Ketua FKUB Sumut Dr H Maratua Simanjuntak, Narasumber Gus Ahmad Muwafiq, Perwakilan Kakanwil Kemenag Sumut, Ketua MUI Kota Medan, serta para personil TNI-Polri, ASN, para rektor, dosen, kepsek, guru, serta tokoh agama, ulama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Agus Andrianto menyampaikan, agama jangan sampai menjadi alat untuk menggapai kekuasaan.

"Yang muda juga akan menggantikan yang lebih tua. Intinya, kita harus bisa mencerna mana yang baik dan mana yang tidak baik. Dengan terselenggaranya FGD ini dapat memberikan kita contoh positif agar dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Agus menyebutkan, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bangsa. Karenanya, jangan sampai terpecah belah.

"Tantangan negara ini berat. Jadi, kita harus berani menyampaikan pendapat yang positif. 

Mari kita sama-sama menyuarakan ajaran yang benar-benar berpengaruh untuk negara ini. Kami mengucapkan selamat atas terselenggarannya kegiatan ini, semoga mendapat keberkahan dari Allah SWT," ucapnya. 

Sementara, narasumber Gus Ahmad Muwafiq dalam ceramahnya mengatakan, dunia ini semakin sempit dengan terciptanya era baru, yaitu masyarakat millennial. Apapun yang mau dicari dapat dilakukan hanya melalui media HP, laptop, dan lainnya.

Dia juga menyebut, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, karena tercipta dari beberapa suku bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat.

"Namun, ada gerakan-gerakan bendera hitam terinspirasi dari negara Timur luar sana, yang gerakannya dijadikan alat untuk mencoba menyelesaikan problem Indonesia. Padahal, kalau mau negara dunia maju dan damai, pakailah ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila," tegasnya.

Gus Muwafiq menerangkan, satu-satunya Presiden yang pernah berpidato menggunakan Al-Quran adalah Bung Karno. Sebelum masuk ke Indonesia ini sebenarnya simbol persatuan dan kesatuan itu sudah disadari, bahkan sampai tingkat agama.

"Bangsa Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang sehat, bangsa yang terhormat yang punya sikap kebersamaan yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke bisa bersatu dengan 1 bendera," sebutnya.

Menurut Gus Muwafiq, hanya TNI-Polri yang punya kekuatan agar problem dan konflik di Indonesia itu tidak berkembang. Sedangkan tugas Kyai, Ulama dan tokoh-tokoh Agama yaitu menyarankan agar Indonesia dapat damai. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini