Ketua Umum APMAS, Affan Lubis menyebutkan, tindakan penyerangan yang dilakukan oleh seratusan preman bayaran tersebut merupakan tindakan biadab. Pasalnya, selain mencuri kotak-kotak infak, mereka juga merusak inventaris masjid seperti alat pendingin ruangan AC dan kipas angin, mimbar masjid, loudspeaker, kaligrafi, jam digital, ambal, kompor gas dan rekaman kamera CCTV.
"Saat menyerang dan merusak, mereka masuk ke dalam masjid memakai sepatu dan menjarah barang-barang inventaris. 40 kitab suci Al Quran raib," sebut Affan Lubis yang saat itu didampingi sejumlah pengurus Ormas Islam seperti Ketua FUI Sumut Ustadz Indra Suheri, pengurus BKM Masjid Agung Medan Ustadz Azwir Ibnu Aziz, Ketua BKM Amal Silaturrahim Indra Syafii, tim kuasa hukum Ade Lesmana SH, Rahmad Gustin, Ustadz Abu Fajar dan sejumlah aktivis Ormas Islam lainnya, Rabu sore.
Aksi penyerangan dan pengrusakan tersebut sudah dilaporkan oleh pengurus BKM Masjid Amal Silaturrahim Indra Syafii ,53, SE, MM ke Polsek Medan Area sesuai dengan nomor surat tanda bukti laporan pengaduan (STTLP) :916/K/X/2019/SPKT Medan Area tertanggal 23 Oktober 2019.
Kepada petugas SPK Polsek Medan Area, Indra Syafii melaporkan, aksi penyerangan terjadi Rabu dinihari. Sekira 100 orang preman bayaran yang dikoordinir diduga, Suh alias Boncel berpakaian baju putih, celana hitam dan berlobe putih.
"Saat melakukan penyerangan, mereka mematikan lampu dan menyuruh 10 orang yang sedang berjaga di dalam masjid agar keluar. Dengan leluasanya mereka menjarah barang-barang inventaris hingga kerugian mencapai Rp 103 juta," ujar Indra Syafii didampingi Ade Lesmana SH.
Dijelaskan Indra, aksi para pelaku terhenti karena ratusan penjaga masjid berdatangan sehingga para preman bayaran tersebut melarikan diri dan meninggalkan plang besi milik Perum Perumnas bertuliskan 'Dilarang Masuk Pasal 551 KUHP'. Plang tersebut gagal dipasang karena massa penjaga dan pengawal masjid keburu datang menghalau kelompok preman bayaran tersebut.
Oleh sebab itu, tambah Ade Lesmana, aparat kepolisian harus segera menangkap para pelaku penyerangan yang terekam kamera CCTV agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.
"Para pelaku penyerangan terekam CCTV sehingga polisi mudah mengidentifikasinya. Bila pelaku sudah tertangkap maka akan diketahui siapa aktor intelektual di balik penyerangan dan pengrusakan ini," ujar Ade seraya mengharapkan agar Pemprovsu, DPRD Sumut, Pemko Medan agar turut berperan dalam menyelesaikan masalah Masjid Amal Silaturrahim ini.
Kini pasca penyerangan dan pengrusakan, suasana di Masjid Amal Silaturrahim sudah kondusif. Sejumlah jamaah dan pengurus BKM telah memperbaiki dan membersihkan ruangan dalam dan luar masjid sehingga pelaksanaan Salat tetap berjalan seperti biasa dan dipadati para jamaah. (17M.05)