Sabtu, 18 April 2026 WIB

Oknum Polisi Arogan Hancurkan Hp Pengemudi Grab

Administrator Administrator
Oknum Polisi Arogan Hancurkan Hp Pengemudi Grab
Foto : Oknum Polisi Nakal yang menghancurkan Hp Pengemudi Grab
17MERDEKA,Medan-Instsitusi Polri yang memiliki semboyan sebagai Pelindung, Pengayom, Pelayan masyarakat ternyata masih dianggap slogan belaka, apalagi prilaku oknum polisi yang satu ini (foto-red).

Betapa tidak, dia (oknum polisi-red) dengan arogan menghancurkan telepon seluler milik seorang Pengemudi Grab hanya karena menduga Pengemudi Grab itu mengabadikan suasana saat sang oknum polisi berdebat hebat dengan orang lain akibat kecelakaan yang dialami orangtua oknum polisi nakal itu.

Informasi yang didapat di Mapolsekta Medan Baru, Selasa (16/1/18). Pengemudi Grab yang belakangan diketahui bernama Ngaroroi Buulolo (39), warga Jalan Sei Mencirim, Kota Medan spontan berhenti di Jalan Wahid Hasyim, Medan karena melihat beberapa warga berkerumun.

Saat tersebut, Ngaroroi tiba-tiba mendapat orderan untuk menjemput penumpang sehingga mengambil telepon Android-nya. Namun, diduga sang oknum polisi merasa dirinya direkam Ngaroroi, kemudian tanpa tanya, oknum polisi itu merampas telepon Android yang dipegang Ngaroroi lalu menghempaskannya ke aspal hingga tidak dapat dipergunakan lagi.

Bukan itu saja, Ngaroroi juga terkesan diintimidasi oknum polisi itu beserta dua saudara laki-lakinya yang mengenakan seragam pegawai Dinas Perhubungan Kota Medan.   

"Aku mau lihat apa yang terjadi karena banyak orang berkerumun, tiba-tiba saat itu ada pesanan untuk jemput penumpang, lalu aku keluarkan HP ku untuk membaca pesanan, tiba-tiba aku dituduh polisi itu merekam keributan itu dan HP ku dirampas, setelah itu dibantingnya ke aspal, rusaklah HP ku, layarnya pecah, bagaimana aku mau kerja lagi mencari makan. Aku juga dimaki-maki dia dan dua kawannya," terang Ngaroroi dengan wajah sedih.

Masih di halaman Mapolsek Medan Baru, oknum polisi yang dimaksud Ngaroroi saat ditemui mengatakan, "Iya saya yang menghancurkan HP-nya. Kenapa dia merekam saya waktu kejadian itu, ini yang tabrakan orangtua kandung saya. Kalau gak senang silahkan dia buat laporan. Saya bertugas di Polsek Binjai, saya polisi," ujarnya.

"Saya berharap mendapat keadilan, sebagai seorang anggota polisi dia tidak baik berbuat seperti itu sama masyarakat, saya hanya pengemudi ojek online dan hanya meminta HP saya yang rusak dibuatnya diganti, karena itu modal kerja saya, saya tidak ada merekam mereka,"ujar Ngaroroi sembari menunjukkan bukti laporannya yang tertuang dalam bukti Nomor STTPL/71/I/2018/SPKT SEK Medan Baru.

Masih segar dalam ingatan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum lama ini di media dengan tegas mengatakan, "Jika ada oknum polisi nakal, tolong direkam dan laporkan".

Terkait pengerusakan tersebut, salah seorang perwira polisi menjabat Kasat, ketika dimintai tanggapan mengatakan, "Laporkan saja bila ada oknum polisi yang berbuat seperti itu,

karena kalau memang perbuatan baik yang dia lakukan kenapa harus marah, lagian kalau memang baik yang dia buat dan jadi viral di media, kan dia yang akan dapat penghargaan, misalnya membantu orang, berarti kan dia ada sesuatu yang dapat dianggap salah makanya marah dia direkam, laporkan biar Propam yang akan menanganinya," jelas Perwira Menengah Polisi yang bertugas di Polres Gunung Sitoli itu.(17M.06)

Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini