Minggu, 25 Oktober 2026 WIB

Bayu Satriawan Wibowo, Korban Tenggelam KM Sinar Bangun yang Mau Wisuda

Administrator Administrator
Bayu Satriawan Wibowo, Korban Tenggelam KM Sinar Bangun yang Mau Wisuda
17merdeka
Foto bayu semasa hidup

17MERDEKA, MEDAN - Tak disangka, nasib Bayu Satriawan Wibowo alias Bayu (24), akan menjadi korban tenggelam dari penumpang KM Sinar Bangun di Danau Toba. 

Padahal, mahasiswa Univa semester akhir Fakultas Teknik Sipil itu akan segera melaksanakan wisuda, mesmi sempat mengeluhkan kekurangan biaya.

"Cemana ini lek (paman, red), Bayu sudah mau wisuda tapi, biaya belum cukup," ujar paman Bayu, Tegu (39) menirukan ungkapan keponakannya itu kepada andalas, ketika ditemui di kediamannya (rumah nenek Bayu), Jalan Satria, Dusun I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (20/6).

Menurut Tegu, nasib seperti sekarang ini yang dialami Bayu (belum ditemukan tenggelam), telah memberi tanda-tanda kepada pihak keluarga. Tidak seperti biasaya, Bayu lebih senang menyendiri dan gelisah.

"Waktu lebaran pertama itu, semua keponakan saya makan berkumpul bersama, tapi dia (Bayu) menyendiri menunggu kami selesai (makan). Dia juga terlihat gelisah, mondar-mandir," kenang Tegu.

Karena itu, orangtua Bayu sempat melarang bungsu tidak bersaudara tersebut untuk berangkat touring ke Danau Toba Parapat, Simalungun.

"Bayu sempat dilarang supaya jangan pergi karena masih suasana lebaran kumpul bersama keluarga dan sebentar lagi mau nyusun skripsi," kata orangtuanya, Suratman. 

Selain itu, orangtuanya juga bilang sebentar lagi masuk kerja dan pada hari pertama jangan bolos kerja.

Saat dilarang, Bayu yang merupakan honorer di Perkim Pemko Medan hanya menyahut iya, tapi tetap pergi touring naik sepeda motor bersama teman-temannya.

Setelah Bayu berangkat touring ke daerah wisata Danau Toba Parapat, orangtua selalu berkomunikasi dan mengingatkan agar cepat pulang.

"Terakhir dihubungi Senin (18/6) sekira pukul 09.00 WIB masih berada di Samosir dan rencananya pulang malam ini setelah kapal menyeberang ke Parapat," kenang Suratman.

Pihak keluarga yang kemarin sempat berangkat ke Danau Toba dan Rabu dinihari baru pulang ke rumah tetap berharap agar Bayu tetap selamat. 

"Kami berharap Bayu selamat dan ditemukan," kata Suratman didampingi istrinya Atik.

#Tidak percaya

Pertama mendapat kabar tenggelamnya KM Sinar Bangun dari keluarga yang melihat melalui facebook adanya peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba dan dafar nama korban, keluarga sempat tidak percaya.

Semula pihak keluarga sanksi dengan terteranya nama Bayu. Tetapi setelah dilihat alamatnya Delitua Pasar 9, barulah keluarga menghubungi orangtuanya Atik.

Mendapat kabar tersebut, Atik seperti tidak percaya anaknya Bayu menjadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Tangisan mulai pecah setelah selesai salat Subuh dan melihat suaminya yang akan berangkat ke Danau Toba memakai jaket anaknya Bayu. Di situlah Atik menangis sejadi-jadinya.

Menurut Atik, tidak ada yang aneh pada Bayu saat berada di rumah dan tidak ada tingkah laku yang aneh. "Biasa-biasa saja di rumah," katanya.

Namun keanehan nampak saat hari Idul Fitri pertama di rumah neneknya Jalan Satria Delitua. Korban terlihat sering menyendiri. Bahkan, saat makan di rumah neneknya, Bayu makan sendiri di dapur sedangkan saudaranya berada di depan.

Dia juga terlihat mondar-mandir dan ketika ditanya jawabnya cuaca panas jadi gerah.

Bahkan Bayu juga sempat cerita sama temannya dia sebentar lagi selesai kuliah dan diwisuda. Setelah itu merencanakan akan menikah dengan pujaan hatinya.

Sedangkan di rumah Pandit, korban lain yang menjadi teman Bayu berangkat touring ke Parapat yang juga belum ditemukan dilaksanakan tahlillan. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini