Sabtu, 18 April 2026 WIB

Pungli Truk di Pos Kosambi Resahkan Masyarakat

Administrator Administrator
Pungli Truk di Pos Kosambi Resahkan Masyarakat
17merdeka.com

17MERDEKA, JAKARTA - Modus operandi menjaga kondusif wilayah Jalan Perancis Dadap menuju Proyek PIK 2, sejumlah oknum telah meresahkan masyarakat Kosami. Pasalnya pungutan setiap truk yang masuk kawasan PIK 2 dipatok biaya Rp15.000/truk dan ini telah berlangsung lebih kurang 1 tahun. Masyakat sekitar menyebutnya Pos 15.

Pungutan ini sangat memberatkan supir yang membawa barang dan matrial yang masuk ke PIK 2.

Salah seorang supir Truk, MR mengatakan pada media, dulu ada banyak posko.

"Sekarang posko itu telah disatukan dan setiap lewat posko bawa material bayar Rp15.000," ujarnya pada media, Sabtu (9/10/2021).

Menurutnya, dari ongkos gendong yang dibawa beliau hanya mampu bisa bawa ke rumah Rp50.000 sampai dengan Rp100.000 hari karena banyak pungutan di jalan bisa habis sampai Rp200.000 dan terbesar di Posko Rp Rp15.000.

"Meskipun begitu tetep jalani dengan baik mau apa lagi kerjaan sulit cuma bisanya supir," ujarnya.

Pantauan media di lokasi pos ini buka 24 jam, keterangan warga sekitar sedari satu malam bisa capai 1.200 truk dan kontainer yang melintas di posko ini.

"Posko ini dikelola oknum dan ormas serta aparatur desa, sistemnya mereka yang kendalikan agar bisa mengatur kondusif pada RT, RW dan ormas," bebernya.

Saat media ingin konfirmasi terkait tata kelola pungutan dan sistem peruntukannya ke pengurus intinya tidak pernah ketemu meski sudah berkali-kali tidak ada respon.

Sebagaimana perintah Presiden Jokowi yang beri arahkan maraknya pungli pada Kapolri Jendral Listyo Gatot Prabowo di Pelabuhan Tanjung Priuk pada Juni 2021 lalu, agar praktek pungli yang meresahkan masarakat perlu dapat perhatian serius.

Untuk itu, warga Kosambi Kabupaten Tangerang pinta Kepada Kapolri Jenderal Pol. Lystio Sigit Prabowo, Kabareskrim Komjen Agus Andiantono, Polda Metro Jaya Irjen Pol, Fadil Imran, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima agar tuntaskan praktek ini dan tindak oknum yang terlibat.

"Apalagi pos ini qtas nama warga Kosambi sementara warga tidak pernah merasakan dampaknya," katanya lagi.

Maka dengan ini laporan atas nama masyarakat dan supir merasa keberatan dengan adanya pungli ini.

"Padahal masyakat tidak pernah terima, malah sebaliknya dampak proyek PIK 2 Jalan Perancis didominasi truk tanah, material yang tiada henti yang telah merusak, infrastuktur jalan," ujar warga sekitar yang tak ingin namanya disebut. (17M.04)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini