Minggu, 19 Juli 2026 WIB
PTISI ULB Gelar Seminar Pembekalan Mahasiswa

Peran Mahasiswa Wujudkan Pemberantasan Korupsi

Administrator Administrator
Peran Mahasiswa Wujudkan Pemberantasan Korupsi
17M

17Merdeka,Labuhanbatu-Pusat Studi Anti Korupsi (PTISI) Universitas Labuhanbatu (ULB) adakan Seminar Nasional Anti Korupsi serta Forum Group Discussion (FGD) Antar Lembaga. Kegiatan dilaksanakan di ruang seminar Universitas Labuhanbatu, Kamis(21/11/2019).


Pada kegiatan tersebut di hadiri Rektor Universitas Labuhanbatu Ade Parlaungan Nasution, Penasehat wadah pegawai KPK RI (Komisi Pemberamtasan Korupsi Republik Indonesia) Nanang Farid Syam, perwakilan dari Polres Labuhanbatu Kasat Binmas AKP Edi Sidauruk.

Dalam acara tersebut, hadir juga pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan seluruh dosen Universitas Labuhanbatu, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan para mahasiswa Universitas Labuhanbatu.


Seminar yang diadakan oleh Pusat Studi Anti Korupsi (PTISI) Universitas Labuhanbatu serta Forum Group Discussion (FGD) Antar Lambaga mengangkat tema "Membangun Kesadaran Moral Terhadap Pencegahan Korupsi".


Nanang Farid Syam, dalam penyampaiannya di seminar tersebut mengatakan korupsi menjadi perhatian dan musuh bersama saat ini. Maka, perlu penanaman kesadaran dalam diri untuk pencegahan tindak korupsi yang sudah merajalela. 


"Pemberantasan korupsi bukan hanya dengan menangkap para koruptor atau tindakan semisalnya. Melainkan bagaimana cara mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang." papar Nanang.


Dalam memberantas korupsi, lanjut Nanang, lebih ditekankan pada pengembangan moralitas yang dapat menentukan tingkah laku seseorang untuk berlaku jujur, adil dan bertanggung jawab.

Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar agama dan pendidikan anti korupsi. Nanang juga menjelaskan, korupsi itu terjadi ada dua persepktif. Kedua perspektif itu yakni, korupsi karena kebutuhan dan keserakahan. "Ini dua persektif yang sering terjadi.

Sehingga korupsi ini terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Dan korupsi itu hasil perkawainan antara orang ke orang, antara instansi ataupun lembaga. Dan korupsi itu dilakukan bukan hanya satu orang." jelasnya.


"Fakta korupsi dari tahun 2004-2017 hampir 75% korupsi itu terjadi di bidang jasa. Seperti pembangunan gedung. Selain itu korupsi tidak mengenal jenis kelamin."ujarnya kembali.


Disisi lain, R. Tamba Ketua DHN P.KPK PEPANRI (Dewan Harian Nasional Pemantau Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) Labuhanbatu Raya (Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan).

Adapun turut diundang langsung oleh pihak Rektor Universitas Labuhanbatu dan KPK-RI di acara seminar FGD antara Lembaga dan KPK-RI di Aula Universitas Labuhanbatu mengapresiasi kegiatan seminar yang dilaksanakan tersebut. 


"Kita sangat mendukung kinerja dari pada KPK-RI untuk memberantas korupsi khususnya di Kabupaten Labuhanbatu, dan sangat bernilai plus kita berikan kepada PTSI Universitas Labuhanbatu yang telah menyelenggarakan seminar ini."ucap Robin 


R. Tamba juga berharap, dengan adanya seminar ini, mahasiswa dapat berperan aktif dalam memantau jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Labuhanbatu. Sebagai wujud kebersamaan, ikut serta membangun daerah jauh lebih baik lagi.


"Selain itu, seperti yang dinyatakan oleh Pak Nanang Farid Syam, tujuan seminar tersebut tak lain untuk memberikan pembekalan kepada generasi muda terutama mahasiswa, agar tidak mempunyai karakter bibit-bibit korupsi yang bisa merugikan negara.

Untuk itu, tidak saya saja, mingkin semua masyarakat di daerah (Labuhanbatu) ini berharap mahasiswa bersama Lembaga penggiat anti korupsi seperti DHN P.KPK PEPANRI yang saya pimpin di Labuhanbatu ini dan berbagai elemen masyarakat berperan aktif dalam memantau kinerja pemerintah.

Baik dalam pembagunan, maupun dalam hal lainnya. Intinya, peran mahasiswa wujud bersama berantas korupsi." terang R. Tamba.


"Harapannya kan sama saja, kita berharap mahasiswa bisa menjadi penerus bangsa Indonesia yang menjadi seorang pemimpin dan benar-benar bersih. Khususnya di daerah Labuhanbatu ini.

Hal ini, kita tanamkan bersama sejak kita ajarkan kepada generasi-generasi penerus bangsa untuk tidak toleran terhadap perilaku korupsi. DHN P.KPK PEPANRI sendiri dengan ini menyatakan siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

Terutama kepada aparatur hukum,  dari lembaga-lembaga penggiat anti korupsi dan insan pers serta lembaga-lembaga swadaya lainnya penggiat anti korupsi."harap R. Tamba(17M.12)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini