Selasa, 21 April 2026 WIB

Menjadi Sorotan, Bocah 11 Tahun Asal Bogor Bergabung Ke ISIS

Administrator Administrator
Menjadi Sorotan, Bocah 11 Tahun Asal Bogor Bergabung Ke ISIS
Hatf Saiful Rasul, bocah berusia 11 tahun
17MERDEKA,Medan-Sekedar mengingatkan ,Jumadi pimpinan Ponpes Ibnu Mas,Ud berlokasi di Kampung Jami Desa Sukajaya Taman Sari Bogor hampir dibakar massa. Saat itu, MUI Kecamatan Taman Sari Bogor, Muhamad Hatta Badudin  mengatakan terkait  pesantren Ibnu Mas,ud menolak mengibarkan bendera merah putih tanpa alasan yang jelas,beberapa waktu yang lalu.

Ponpes Ibnu Mas'ud kembali menjadi pembicaraan hingga menjadi viral di seluruh media di bogor. Pasalnya, salah seorang murid yang pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Ibnu Mas'ud bernama Hatf Saiful Rasul, bocah 11 tahun, disebut-sebut  pergi ke suriah  bergabung dalam kelompok ISIS.

Halt Saiful Rasul bocah 11 tahun itu, disebut-sebut sempat izin dan mengatakan  kepada ayahnya bahwa dia ingin meninggalkan sekolah dan pergi ke Suriah untuk memperjuangkan Negara Islam. Mengutip laman Reuters, Jumat (8/9/2017) Hatf Saiful Rasul merupakan seorang santri di pondok pesantren Ibnu Mas'ud di Sukajaya, Bogor.

Menurut pemberitaan beberapa media tersebut Hatf adalah satu dari 12 orang santri dari Ibnu Mas'ud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan ISIS antara tahun 2013 dan 2016.

Bermula dari pengakuan ayah Hatf, Syaiful Anam yang mengatakan putranya menulis esai 12.000 kata yang mengatakan dirinya ingin menjadi Pejuang ISIS.

Hatf Saiful Rosul pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada tahun 2015, bergabung dengan sekelompok pejuang Prancis. Pejabat kontra-terorisme di Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut pergi ke Suriah, demikian laporan Reuters.

Menanggami tersebut, pimpinan Ponpes Ibnu Mas'ud, Jumadi, membantah sekolah tersebut mendukung ISIS atau mengajarkan interpretasi ekstrim.Jumadi menegaskan bahwa sekolah tersebut tidak terdaftar dalam pelayanan tersebut.

Jumadi memberi konfirmasi baru-baru ini dengan pejabat pemerintah daerah tentang ajaran sekolah tersebut."Kami tidak memiliki kurikulum," katanya, mengacu pada penekanan pada pengajaran Alquran.

Tambanya lagi,pesantrennya fokus pada Al-Qura'an seperti tahfiz, menghafal Alquran, dan Hadist."Kami mengajar siswa tentang bahasa Arab, tentang iman dan sejarah Islam.

Terkait dengan siswanya Haft yang pernah mengenyam pendidikan di Ibnu Mas'ud, Jumadi mengaku tidak tahu jika muridnya pergi ke Suriah.Dia mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya staf atau siswa yang bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS (*/17M.20)

Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini