Sabtu, 24 Oktober 2026 WIB

Gempata Reformasi Minta Bupati Asahan Copot Kadis Perkim

Administrator Administrator
Gempata Reformasi Minta Bupati Asahan Copot Kadis Perkim
17merdeka


17MERDEKA, KISARAN - Belasan warga yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Asahan Tanjung Balai Batu Bara Untuk Reformasi (Gempata Reformasi) meminta agar Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang mencopot Kadis Perumahan dan Pemukiman Asahan (Perkim Asahan). 


Selain itu mahasiswa juga meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap Kadis Perkim Asahan.


Kalimat itu berulang kali disuarakan masyarakat yang menggelar aksi unjukrasa di Kantor Inspektorat Jalan Haji Umar Said, Asahan, Senin (14/5/2018).


Guntur Bugis selaku Ketua Umum (Gempata) dalam orasinya mengatakan, dugaan mark-up dana pembangunan sumur bor di Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat, Asahan senilai Rp1,1 milar diduga di mark-up. Selain itu juga indikasi penyimpangan proyek pembangunan pagar cineblok dan pos jaga rusunawa yang menelan dana Rp1.8 miliar.


Bukan hanya itu tapi diduga ada unsur kesengajaan pemecahan paket yang dilakukan untuk menghindari lelang. Hal ini terlihat jelas dari total jumlah 129 paket,120 pekerjaan dikerjakan dengan metode pengadaan langsung (tanpa lelang) seperti beberapa proyek drainase yang dikerjakan asal jadi dan bernuansa KKN dalam proses pencairan dananya. 


Di antaranya pembangunan drainase Jalan Gambar, Kelurahan Siumbut-Umbut, Kecamatan Kisaran Timur senilai Rp197 juta. Selain itu lanjutan pembangunan drainase di Jalan Melur, Kelurahan Siumbut- Umbut senilai Rp197 juta.


Gempata meminta Kepada Divisi Pencegahan KPK untuk mengaudit harta kekayaan Kepala Dinas Perkim dan seluruh PPK di Dinas Perkim Kabupaten Asahan yang mengalami peningkatan drastis dalam kurun waktu satu tahun.


Gempata mengajak seluruh masyarakat Asahan untuk mendukung program Nawacita Presiden Jokowi dengan motifasi koropsi musuh bersama.


Sementara itu Ruslan Selaku Seketaris Inspektorat  Kabubaten Asahan saat menemui pendemo mengucapkan terima kasih atas kontrol yang dilakukan masyarakat. Menurutnya pihak Inspektorat sedang mendalami kasus dugaan mar-up proyek yang dilakukan Azmi.


"Saya minta Gempata sertakan alat bukti yang lengkap terkait dugaan korupsi yang dilakukan Azmi dan situasi ini akan saya sampaikan kepada kepala Inspektorat. Mungkin waktu dekat kita akan panggil Kadis Perkim, sabar ya bang," kata Ruslan kepada pendemo.


Pantauan wartawan sejumlah personel polisi berpakaian sipil tampak hadir dalam aksi  demonstrasi itu untuk melakukan pengamanan. Usai menyuarakan tuntutannya di depan Kantor Inspektorat massa melanjutkan orasinya ke Kantor Perkim Asahan. (17M.11) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini