Sabtu, 24 Oktober 2026 WIB

Asahan Butuh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

Administrator Administrator
Asahan Butuh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa
17merdeka.com


17MERDEKA, KISARAN - Untuk memenuhi program Indonesia bebas pasung tahun 2020, Kabupaten Asahan sangat membutuhkan dokter spesialis kesehatan jiwa, pasalnya pederita gangguan jiwa di Asahan cukup banyak Selasa (23/10) sekira pukul 10.00 wib.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Haris Yudhariansyah, mengatakan, Indonesia khususnya Asahan memiliki program bebas pasung. Namun bila sumber daya manusia dan fasilitas belum maksimal, maka akan mempengaruh hasil program 2020 bebas pasung.


Haris menjelaskan bahwa dokter spesialis jiwa ada di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, namun dokter jiwa tersebut tidak tetap hanya bertugas seminggu sekali untuk memeriksa pasien ganguan jiwa, yakni dr Ferdian Leo Sianturi.


"Dokter jiwa kita yang bertugas di RSU HAMS hanya bersifat temporer, tidak permanen. Harapan kita dokter jiwa di Asahan bisa permanen," ungkap Haris.


Terkait kebutuhan dokter jiwa, Haris menjelaskan Asahan hanya membutuhkan 1 dokter spesialis kesehatan jiwa yang tetap agar semua pasien mengalami gangguan jiwa di Asahan dapat ditangani setiap saat dan tepat.


"Saat ini sudah ada 340 warga yang menderita gangguan jiwa dengan kategori berat maupun ringan. Ditambah lagi gangguan jiwa dikarenakan penyalahgunaan narkoba," kata Haris sembari berharap kebutuhan ini dapat diperhatian semua pihak. (17M.11) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini