Rabu, 02 September 2026 WIB

Poldasu Selidiki Keresahan Masyarakat Terkait Kerusakan Nozzle & Seal di SPBU Berpotensi Kebakaran

Administrator Administrator
Poldasu Selidiki Keresahan Masyarakat Terkait Kerusakan Nozzle & Seal di SPBU Berpotensi Kebakaran

17MERDEKA || Dugaan adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tidak memenuhi standar spesifikasi, kian mencuat di Sumatera Utara. Dampaknya, penyaluran BBM di sejumlah daerah terganggu dan menyebabkan kerusakan pada perangkat dispenser di berbagai SPBU.

Pihak Pertamina dituntut merespons cepat laporan kerusakan dispenser, khususnya pada bagian nozzle dan seal, yang diduga akibat kandungan dalam Pertalite tidak sesuai spesifikasi teknis. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius, mulai dari potensi kebakaran hingga potensi gugatan hukum dari konsumen.

Aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), diminta untuk melakukan penyelidikan dan investigasi menyeluruh. Hal ini guna memastikan apakah terdapat unsur kelalaian manusia (human error) atau adanya indikasi lain yang lebih serius.

Kerusakan pada seal dispenser yang mengembang berakibat kebocoran dan ini terus terjadi, bahkan setelah dilakukan penggantian selenoid dispenser. Kerusakan berulang ini memperbesar potensi bahaya dan kerugian bagi pihak SPBU serta masyarakat,Ujar, seorang operator SPBU di Medan yang enggan namanya di publikasikan.

Ironisnya, Pertamina terkesan menyalahkan selenoid dispenser tanpa menyentuh akar persoalan pada kualitas BBM. Padahal, permasalahan serupa ditemukan hampir merata, mulai dari Binjai, Langkat, hingga Aceh.

Di wilayah Dairi seperti Sitinjo, Batang Beruh, dan Pakpak Bharat, Pertalite bahkan dilaporkan langka. Beberapa SPBU dikabarkan memilih untuk tidak menjual Pertalite karena takut terlibat dalam dugaan penyimpangan kandungan BBM tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Sales Branch Manager Pertamina MOR I, Hernawan Bagus Prabowo, beralasan bahwa sejumlah SPBU tengah melakukan pemeliharaan rutin mesin pompa BBM sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas distribusi.Namun pernyataan tersebut dinilai tidak menjawab kegelisahan masyarakat.

Apalagi saat dikonfirmasi lebih lanjut, General Head Outlet Pertamina Wilayah Sumut, Teddy Bariadi, justru memilih memutus sambungan telepon dan enggan memberikan penjelasan, Selasa (10/6/25)

Sebagai langkah transparansi, publik mendesak agar Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) segera mengambil sampel Pertalite untuk diuji secara independen. Hal ini penting guna meredam spekulasi negatif yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap produk BBM milik Pertamina.

Menanggapi laporan ini, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan pihaknya akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Kita harus objektif. Namun, akan kita cek dulu ke daerah, seperti Polres atau unit kriminal khusus. Terima kasih atas informasinya," ujar Ferry saat dikonfirmasi, Selasa.(10/6/2025).(Yusti Al)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini