Kamis, 26 Maret 2026 WIB

Poldasu Kejar Pemodal Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina & Keterlibatan PT Hexindo Adiperkasa Terus Didalami

Administrator Administrator
Poldasu Kejar Pemodal Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina &  Keterlibatan PT Hexindo Adiperkasa Terus Didalami

17MERDEKA|| Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap aktor intelektual di balik aktivitas tambang emas ilegal di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal) Madina).

Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan menegaskan kepolisian tidak akan berhenti pada para pekerja lapangan saja. Untuk melacak identitas pemilik tambang maupun pemilik 14 unit ekskavator yang disita, kepolisian akan memanggil PT Hexindo Adiperkasa selaku distributor resmi alat berat tersebut.

Langkah ini untuk memverifikasi data pembeli dan melacak aliran dana serta kepemilikan aset yang digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut.

“Kita akan memanggil saksi dari pihak Hexindo, yaitu pihak alat berat, untuk mengetahui kepemilikan terhadap alat berat tersebut,”Ujar Brigjen Sonny Irawan pada Selasa (3/3/26).

Jenderal bintang satu itu kembali menegaskan, langkah Poldasu tidak berhenti kepada 17 orang yang telah diamankan tetapi akan berupaya maksimal mengungkap sosok dibalik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tersebut.

Brigjen Sonny menyebutkan sejauh ini, 17 orang yang diamankan di lokasi masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan identifikasi awal, mereka merupakan pekerja kasar dan operator. Sementara investor utama masih dalam pengejaran.

Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan memastikan, pemindahan 14 unit alat berat dari area Sungai Batang Gadis menuju Batalyon C Brimob di Sipirok. Proses pemindahan alat berat yang disita sebagai barang bukti diperkirakan memakan waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan medan yang berat dan lokasi tambang yang berada jauh di dalam hutan, sehingga alat berat harus dijalankan secara manual selama beberapa hari menuju pemukiman sebelum dapat diangkut dengan truk khusus.

“Karena harus kita turunkan dari wilayah Sungai Batang Gadis, kemudian berjalan 1-2 hari, kemudian nanti baru kita angkat menggunakan trado, ya,” pungkas Brigjen Sonny.(**)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini