Sabtu, 18 April 2026 WIB

Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Diduga Libatkan Oknum TNI

Polsek Patumbak Terkendala Keterangan Saksi
Administrator Administrator
Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Diduga Libatkan Oknum TNI
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN -Penyelidikan kasus penganiayaan secara bersama-sama (pengeroyokan) terhadap FW, warga Dusun III, Desa Lantasan Lama, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang yang diduga melibatkan oknum TNI masih diintensifkan.

Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap pelaku dengan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti petunjuk.

"Kami masih terkendala saksi. Si A yang mengetahui korban dianiaya secara bersama-sama belum mau memberikan keterangan," kata Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ridwan, Selasa (5/10/2021).

Menurut Ridwan, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat panggilan kepada saksi A, namun tidak pernah dihadiri. Saksi diduga takut memberikan keterangan karena melibatkan oknum TNI.

"Surat perintah membawa saksi juga sudah diterbitkan. Namun, saksi belum ditemukan. Mungkin saksinya takut," ketus Ridwan.

Kendati demikian, sambung Ridwan, pihaknya akan tetap berupaya maksimal mengungkap kasus pengeroyokan tersebut. "Kalau memang saksi A tidak mau memberikan keterangan, kita akan cari saksi lainnya," ujar Ridwan.

Ridwan menyebut, korban FW sudah dua kali mengalami pengeroyokan diduga dilakukan pelaku yang sama. Kasus pada 2020 dilaporkan ke Mapolsek Patumbak, sedangkan peristiwa terbaru yang dialami korban disebut di Mapolsek Biru-Biru.

"Kita menangani kasus penganiyaan secara bersama-sama yang dialami korban pada 2020. Diduga pelakunya orang yang sama (oknum TNI)," pungkas Ridwan.

FW diberitakan telah diculik, dianiaya dan dibuang sekempok orang berambut cepak di Kabupaten Tanah Karo pada Jumat (1/10/2021) lalu.

Saat itu, korban tengah berada di warung internet (warnet) tak jauh dari rumahnya. Korban dipaksa naik ke mobil. Korban kemudian disiksa hingga babak belur dan bagian matanya mengeluarkan darah.

Selanjutnya, korban kemudian dibuang ke kawasan hutan di Kabupaten Tanahakaro.

Plt Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti mengakui ada warganya yang diculik dan disiksa.

Namun Neneng menyebut laporannya bukan di Polsek Patumbak, melainkan di Polsek Sibirubiru.

"Laporannya bukan ke kami. Memang ada peristiwanya," kata Neneng, Selasa (5/10/2021).

Dia mengatakan, setelah diculik dan disiksa, Fandi kemudian dirawat di Rumah Sakit Sembiring, Kecamatan Delitua.Rumor berkembang di lapangan menyebut kasus ini ada kaitannya dengan masalah perjudian dan narkoba. (17M.02)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini