Kevin Tiopan Bantah Cekik dan Sekap Orang yang Menempati Rumah Miliknya

Administrator Administrator
Kevin Tiopan Bantah Cekik dan Sekap Orang yang Menempati Rumah Miliknya
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Kevin Tiopan, pemilik tanah dan bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Lahat Nomor 56 D, Kelurahan Sei Renggas I, Kecamatan Medan Kota, Medan, membantah keras telah mencekik dan menyekap orang yang menempati rumahnya itu secara ilegal. Namun anehnya Kevin Tiopan malah dilaporkan ke polisi dengan sangkaan yang jelas fitnah tersebut.

"Kita datang bersama muspika setempat, ada polisi dan babinsa juga sehingga banyak saksinya jadi dari mana pula klien kita dituduh menyekap dan mencekik mereka, itu sudah jelas fitnah," tegas Hardian Maulana Putra SH bersama Buha Siburian SH, M Fitra Agung Prawoto SH, dan M. Ichsyan Suwandi SH dari Taruna Keadilan Law Office, Senin (6/9/2021).

Dikatakannya, orang yang menuduhkan hal itu malah justru tidak tahu cara berterima kasih. Sebab selama ini Kevin Tiopan telah berbaik hati dengan memberi tempat tinggal sementara kepada nenek Tioe Ek Hoa bersama 3 cucunya itu.

"Saat anak nenek itu, Tioe Li Yen meninggal jadi Kevin Tiopan memberi waktu tinggal di rumah itu karena masih dalam berduka dan untuk proses penguburan. Namun mereka malah keterusan tidak mau pindah dan anehnya malah mengklaim rumah itu masih milik mereka dengan mengaku pembelian jual beli dipalsukan," jelas Hardian.

Padahal, sambung Hardian, rumah itu dibeli dari proses jual beli legal oleh Kevin Tiopan seharga Rp900 juta. Bahkan proses pembelian itu disaksikan Tioe Li Yen bersama suaminya di hadapan notaris.

"Saat kita tanya surat mereka, ternyata tidak punya yang asli, cuma fotocopi. Kalau surat kita asli karena tidak mungkin ada sama kita surat yang asli kalau belum ada jual beli. Jadi apabila menilai surat kami ini palsu maka silahkan saja gugat ke pengadilan tapi sebelum ada keputusan pengadilan maka rumah itu harus dikosongkan," tegas Hardian lagi.

Sebelumnya pihak yang mengklaim rumah dan melaporkan penganiayaan itu telah menuduh Kevin Tiopan memalsukan tanda tangan hingga terjadinya proses jual beli. Padahal di akta jual beli (AJB) di hadapan notaris itu No. 01 / 2021 itu ada bubuhan tandatangan Tioe Li Yen dan suaminya.

"AJB ini adalah legal. Sampai detik ini belum ada yang mengatakan AJB itu palsu ataupun batal. Ini harus ditegaskan, belum ada pengadilan mana pun yang memutuskan AJB ini batal atau palsu," tegasnya lagi.

Kevin Tiopan, malah diklaim seseorang hingga menguasai fisik yang ditempati nenek Tioe Ek Hoa bersama 3 cucunya tersebut.

Untuk itu, tim kuasa hukum Kevin Tiopan ini secara terpaksa menempuh jalur hukum dengan mengajukan permohonan pengosongan rumah ke Pengadilan Negeri Medan. Dasarnya adalah akta jual beli (AJB) Nomor 01 tahun 2021 di notaris Tringgani Tarigan SH..

"Kita juga akan mengirimkan surat pengaduan masyarakat (dumas) ke pihak kepolisian untuk membantu pengosongan rumah tersebut berdasarkan surat jual beli yang sudah berbalik nama menjadi Kevin Tiopan ini," tandas Hardian. (17M.05)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini