Kapolsek Percut Sei Tuan Dilaporkan ke Poldasu

Administrator Administrator
Kapolsek Percut Sei Tuan Dilaporkan ke Poldasu
17merdeka.com
Brigadir FS yang mengaku dianiaya kapolsek percut seituan

17MERDEKA, MEDAN -Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Jan Piter Napitupulu, resmi dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, Rabu (29/9/2021).

Laporan Nomor : STTLP / B /1522/IX/2021/SPKT/POLDA SUMUT dibuat oleh Retno Jati Ayu (33), warga Jalan Bilal Ujung, Gang Binamulya, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur itu diterima Kepala SPKT Polda Sumut, AKBP Benma Sembiring.

Retno Jati Ayu melaporkan dugaan tindak pidana UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 351 yang terjadi di Toko Durian, Jalan Cemara, Sampali, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang pada Senin (27/9/2021) sekira pukul 23.30 WIB.

Kuasa hukum korban, Aldi Pramana berharap, terlapor dapat segera diproses hukum secara profesional, baik pidana maupun kode etik kepolisian.

"Harapan kita, terlapor dapat diproses sesuai semboyan kepolisian, yaitu profesional melalui peradilan umum dan internal mereka," ujarnya.

Sebelumnya, seorang istri polisi, RJA mengeluh karena suaminya Brigadir FS bertugas di Polsek Percut Sei Tuan diduga menjadi korban penganiayaan oknum kapolsek, Senin (27/9/2021) malam.

RJA merasa sangat keberatan atas penganiayaan yang menimpa suaminya tersebut.

Kata dia, penganiayaan itu berawal saat suaminya diberi kepercayaan untuk menjaga lahan pertanahan milik Dani di kawasan Percut.

"Pak Dani sudah buat laporan ke Polrestabes Medan terkait sengketa lahan ini. Lahan ini kan milik pak Dani, tapi sama oknum kepala desa di sana dijual kepada seseorang dengan sebutan pak Haji," sebut RJA, Rabu (29/9/21).

Kata RJA, di lahan itu sudah didirikan bangunan oleh pak Haji. Pemilik lahan kemudian meminta Brigadir FS merubuhkan bangunan yang sudah berdiri di Pasar 1 Saentis tersebut.

Kemudian, sambung RJA, suaminya kembali ke rumah. Tapi, pak Haji menelpon suaminya mengajak bertemu di dekat SPBU H Anif sambil makan durian.

"Kemudian suami saya datang bertemu dengan pak Haji. Nggak lama kemudian Kapolsek datang sendirian langsung memborgol tangan suami saya dan dibawa ke Polsek," ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu mengaku, langsung bertindak ketika mendapat informasi adanya seorang oknum polisi yang membuat resah warga di Pasar I Desa Saintis Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

"Masyarakat sudah berulang kali melaporkan kepada saya, sebagai pimpinan saya datang mengamankannya," ujar Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Dia menyebut, Brigadir FS melakukan tindakan dengan membuat onar dan resah warga sekitar Pasar I Desa Saentis, Senin (27/9/2021). Keributan terkait sengketa lahan.

"Saya nggak mau buka boroknya, walau begitu dia anggota saya. Ya, saya selaku Kapolsek mendapat informasi adanya keresahan warga, ya turunlah, mengamankannya, saya datang bersama Provost juga," kata Jan Piter.

Menurut dia, saat diamankan, Brigadir FS sempat bersikeras tak mau dibawa. Jan Piter membantah melakukan penganiayaan terhadap anggotanya.

"Salah saya dimana, saya amankan dia, dibawa ke komando nggak mau. Artinya, saya bawa dia supaya masyarakat reda dulu, kalau saya diam pimpinan membiarkan," ungkapnya.

Meski begitu, Jan Piter mempersilahkan bila anggotanya yang tak terima dengan tindakannya melaporkan balik atas tuduhan penganiayaan.

"Sekarang mau balikan fakta, ya silahkan aja (melapor)," pungkasnya. (17M.02)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini