Jumat, 04 September 2026 WIB

Wilkum Polrestabes Medan Rawan Perampokan Modus Pecah Kaca

Uang Nasabah Rp 575 Juta Digondol
Administrator Administrator
Wilkum Polrestabes Medan Rawan Perampokan Modus Pecah Kaca
Int
Ilustrasi


17MERDEKA, MEDAN - Wilayah hukum (wilkum) Polrestabes Medan, sepertinya masih menjadi lahan empuk bagi para perampok modus pecah kaca. Kondisi itu membuat para nasabah bank cemas melakukan transaksi untuk kepentingan bisnisnya.

"Kota Medan jelas belum aman dari aksi perampokan. Peristiwa yang saya alami membuat saya takut dan trauma. Daya berharap polisi dapat segera bertindak," ujar korban, Ritwar Chang (48), warga Jalan Pukat 8  Mandala Medan kepada wartawan usai melaporkan nasibnya di Polrestabes Medan, Sabtu (29/12). 

Dalam laporan Nomor :STTLP/2859/YAN.2.5./XII/2018/SPKT RESTABES MEDAN itu, korban menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/12) siang. Korban mencurigakan pelaku menaiki sepeda motor matic telah membuntutinya.

Penuturan korban, siang itu baru saja menarik uang di BCA Jalan Bukit Barisan sejumlah Rp 575 juta dan dimasukkan ke kantong plastik hitam. Mengendarai Suzuki Ertiga BK 1449 korban meninggalkan BCA kira-kira pukul 12.45 dengan menuju BCA Asia simpang Jalan Lampung. Korban kemudian memarkirkan mobilnya pas sebelum toko keramik, sebelum Jalan Lampung dan bergegas masuk ke bank tersebut. 

Tidak berapa lama saat akan kembali ke mobilnya, korban terkejut karena sudah orang banyak mengerumuni mobilnya. Ternyata orang melihat kaca belakang sopir sudah pecah. 

Salah seorang karyawan toko keramik Maju Jaya, sebelum Bank UOB, menjadi saksi mata karena sempat berinteraksi dengan pelaku. 

Menurutnya, pelaku berdiri di depan toko keramik cukup lama sebelum menghancurkan kaca mobil dan meninggalkan lokasi dengan mengambil bungkus plastik hitam berisi uang.

"Saya baru ingat sebelum saya meninggalkan mobil ada sepeda motor mio soul warna merah putih yang dikendarai pria berperawakan kecil, hitam, rambut ikal, dan berkumis seperti sedang memantau gitu. Saya berdiri cukup lama memperhatikan orang itu sampai akhirnya dia pergi dan saya masuk ke BCA". 

"Sepertinya saya juga melihat orang yang sama di luar pagar Bank BCA memperhatikan ke arah bank," kata korban lagi yang berita ini ditulis masih menjalani pemeriksaan atas pengaduannya ke Polrestabes Medan. 

Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto ketika dikonfirmasi terkait perampokan tersebut belum ada balasan. Ditambah lagi dengan buruknya kinerja SPKT yang cukup lambat memproses laporan pengaduan korban juga tidak dijawab orang nomor satu di kepolisian Kota Medan tersebut.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Puthu Yuda juga enggan menjawab konfirmasi wartawan. Saat dikonfirmasi via layanan WhatsApp, perwira berpangkat dua melati  emas tersebut enggan membalas. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini