Minggu, 06 September 2026 WIB

Warga Jalan Bakung Kritis Dipukuli Pengelola Mesin Judi Jackpot

Kapolrestabes Medan Siap Menindaklanjuti
Administrator Administrator
Warga Jalan Bakung Kritis Dipukuli Pengelola Mesin Judi Jackpot
17merdeka.com
Hendro, korban pemukulan saat di RS Pirngadi Medan

17MERDEKA, MEDAN - Hendro (37) kritis dipukuli empat pria tak dikenal di Jalan AR Hakim, Gang Bakung, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, Jumat (31/8) dini hari. 

Pemicu penganiayaan terhadap Hendro yang dilakukan oleh empat pria itu hannya gara-gara tak dikasi beli koin jackpot oleh penjaga mesin judi tersebut. Akibat penganiayaan itu, pria turunan tiohoa tersebut hingga kini masih terbaring tak sadarkan diri di RS Pirngadi Medan lantaran di bagian kepala mengalami luka bocor, bibir, tangan dan kaki, serta badan berdarah.

Dodi, kuasa hukum korban mengatakan, kejadian bermula saat Hendro tengah bermain jackpot di pemukiman penduduk di Jalan AR Hakim, Gang Bakung. Hendro pun kalah. Lalu ia memesan koin lagi, tapi si penjaga jackpot mengatakan koin sudah habis. Hendro pun berhenti main.

"Bersamaan dengan tu, Hendro melihat pemain lain datang membeli koin kepada penjaga jackpot. Melihat itu, Hendro nggak terima dan mendatangi penjaga jackpot," ujar Dodi diaminkan ibu korban bernama Lili (60) saat melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Medan Area.

Saat itu, lanjut Dodi, Hendro bertanya kepada penjaga jackpot kenapa koinnya sudah tiba-tiba ada. 

"Tadi aku beli koin dibilang habis. Pas giliran orang lain beli kok ada," tanya Dodi menirukan perkataan Hendro. 

Disitu, kata Dodi, antara Hendro dan penjaga jackpot diduga terlibat adu mulut. Sebab, tak lama itu terjadi, tiba-tiba Hendro diserang empat orang tak dikenal.

"Dari hasil video HP yang direkam warga setempat, Hendro diserang empat pria tak dikenal. Ia dipukuli pakai kayu dan batu Melihat Hendro sekarat, warga langsung melerai dan mengusir para pelaku yang diperkirakan berusia muda. Selanjutnya, warga menghubungi ibu korban," bilang Dodi.

  

Setelah mendapatkan informasi tersebut, adik dan ibu Hendro yang tinggal di kawasan Kampung Lalang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa Hendro ke RS Pringadi Medan guna mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Kapolsek Medan Area,  Kompol Jesmi Girsang di hadapan orangtua korban mengatakan, kasus yang dialami Hendro akan disut. Laporan korban  segera diproses dan dilakukan penyelidikan terhadap pelaku di lokasi kejadian, serta memeriksa sejumlah saksi. 

Namun herannya, laporan korban ini seperti mengambang karena Polsek Medan Area mempersulit dengan meminta korban harus menghadirkan saksi. Sementara warga setempat enggan dijadikan saksi karena para pelaku merupakan sekelompok preman di kawasan itu. 

Warga yang diminta jadi saksi aksi penganiayaan itu menjadi takut bersaksi karena diduga adanya intimidasi dari preman tersebut. 

Menanggapi hal tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi mengaku akan segera Menindaklanjuti laporan tersebut. 

"Baik, terima kasih informasinya, segera akan saya tindak lanjuti," tegas Kombes Dadang saat dikonfirmasi via media WhatsApp, Minggu (2/9/2018). (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini