Minggu, 06 September 2026 WIB

Terkait Arogansi Kapolres Simalungun, Propam BAP Laporan Pagit br Tarigan

Administrator Administrator
Terkait Arogansi Kapolres Simalungun, Propam BAP Laporan Pagit br Tarigan
dok
kapolres simalungun akbp liberty pasaribu


17MERDEKA, MEDAN - Pagit br Tarigan (65) telah dimintai keterangannya oleh penyidik Propam Poldasu, terkait sikap arogansi Kapolres Simalungun AKBP M. Liberty Panjaitan, Kamis (1/2/2018).

"Saya tadi baru selesai dimintai keterangan oleh penyidik Propam," ungkapnya saat ditemui di Poldasu, seusai pemeriksaan.

Pagit br Tarigan mengucapkan terimakasih atas laporannya pada 19 Januari 2018 telah disikapi oleh petugas di Propam Poldasu.
Sekedar mengetahui, aksi arogan yang dilakukan Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan terjadi pada 17 Januari 2017 lalu ketika kedatangan Pagit br Tarigan ke Polres Simalungun terkait surat yang tidak sesuai yang ditunjukkan pihak Polres Simalungun terhadap sebuah perusahaan kepada petugas di sana.

Namun tidak mendapat jawaban yang pasti, ibu tiga anak ini lalu menemui AKBP M. Liberty di Lapangan Mapolres Simalungun.

Lantas, nenek 9 cucu itu menyapa Kapolres dengan salam, namun bukan balasan salam yang diterima, akan tetapi malah "semburan" dari M. Liberty kepadanya.

"Saat saya ingin mengajak kapolres berbincang. Tapi, orang nomor satu di jajaran Polres Simalungun itu menjawab dengan lantang. 'Di sini saja biar terbuka dan terang-terangan' dan lalu mengambil kertas yang ada di tangan saya," beber Pagit mengisahkan.

Lantas terjadi adu argumen antara Pagit br Tarigan dengan Liberty. Liberty bertanya kepadanya, dengan nada yang keras, tidak seperti seorang pemimpin yang seharusnya mengayomi warganya yang mengadu. Apalagi Pagit adalah seorang wanita yang sudah usia lanjut. Sehingga tidak sepantasnya perwira lulusan Akpol memperlihatkan arogansinya seperti orang yang tidak berpendidikan itu.

"Siapa dan ada perlu apa datang ke Polres Simalungun," ungkap Pagit menirukan nada Liberty.

Saat itu, sambungnya, mereka ke ruangan Kasat Reskrim bersama Kapolres dan Pagit menjelaskan kalau surat yang mereka layangkan kepada Irwan tidak sesuai dengan nama perusahaan yang Irwan pimpin kenangnya.
Pagit mengaku sempat bertanya kepada AKBP M Liberty Panjaitan mengapa suaranya keras. Lantas dengan sombongnya Liberty menjawab. "Ini kantor saya".

Lalu Pagit pun menjawab kalau kantor polisi tersebut adalah rumah masyarakat.

"Begini cara Anda mengayomi masyarakat. Anda sangat kasar, saya adalah tamu di sini," kata Pagit, kepada Liberty sambil meninggalkan ruangan itu.

"Saya keberatan dengan perbuatan Kapolres Simalungun yang saya anggap telah mengkangkangi Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pengayom masyarakat dan penegak hukum," tegasnya.

Pagit Tarigan yang merupakan Ketua LSM Gerakan Perduli Sesama telah melayangkan surat pada 20 Januari 2018 yang ditujukan langsung kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw atas perlakuan AKBP M Liberty Panjaitan tersebut. (17M.05)
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini