Sabtu, 05 September 2026 WIB
Modus Pecah Kaca, Uang Rp 575 Juta Lewong

Polrestabes Medan Didesak Tangkap Perampok Nasabah Bank

Administrator Administrator
Polrestabes Medan Didesak Tangkap Perampok Nasabah Bank
dok
Bukti laporan korban ke Polrestabes Medan


17MERDEKA, MEDAN - Polrestabaes Medan didesak untuk segera mengungkap aksi perampokan modus pecah kaca mobil yang dialami nasabah bank, Ritwar Chang (48), warga Jalan Pukat 8  Mandala Medan pada Jumat (29/12) lalu.

Sebab, jika tidak, nasabah bank akan takut melakukan transaksi keuangan untuk kepentingan mengembangkan bisnisnya karena bisa menjadi sasaran perampokan.

"Ini momentum kepolisian untuk meningkatkan kepercayaan publik. Untuk itu, polisi harus segera menangkap pelaku perampokan modus pecah kaca mobil yang masih berkeliaran," ujar pengamat hukum, Bambang Santoso kepada wartawan, Jumat (4/1).

Menurut Bambang, kepolisian telah memetakan sejumlah lokasi rawan kriminalitas di wilayah hukumnya. Atas dasar itu kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan hingga menangkap pelakunya.

Apalagi, kepolisian telah menerima laporan korban dan meminta keterangan sejumlah saksi. Artinya, keterangan di tempat kejadian perkara (TKP) dan rekaman cctv dapat dijadikan petunjuk penyelidikan.

"Keterangan saksi dan bukti petunjuk CCTV tentunya dapat dijadikan kepolisian sebagai bahan dasar penyelidikan," kata Bambang.

Sebelumnya korban, Ritwar Chang (48), warga Jalan Pukat 8  Mandala Medan melaporkan peristiwa perampokan yang dialaminya ke Polrestabes Medan pada Sabtu (29/12). 

Dalam laporan Nomor :STTLP/2859/YAN.2.5./XII/2018/SPKT RESTABES MEDAN itu, korban menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/12). Korban mencurigai pelaku menaiki sepeda motor matic telah membuntutinya.

Penuturan korban, siang itu baru saja menarik uang di BCA Jalan Bukit Barisan sejumlah Rp 575 juta dan dimasukkan ke kantong plastik hitam. Mengendarai Suzuki Ertiga BK 1449 korban meninggalkan BCA kira-kira pukul 12.45 dengan menuju BCA Asia simpang Jalan Lampung. 

Korban kemudian memarkirkan mobilnya pas sebelum toko keramik, sebelum JalanLampung dan bergegas masuk ke bank tersebut. 

Tidak berapa lama saat akan kembali ke mobilnya, korban terkejut karena sudah orang banyak mengerumuni mobilnya. Ternyata orang melihat kaca belakang sopir sudah pecah. 

Salah seorang karyawan toko keramik Maju Jaya, sebelum Bank UOB, menjadi saksi mata karena sempat berinteraksi dengan pelaku. 

Menurutnya, pelaku berdiri di depan toko keramik cukup lama sebelum menghancurkan kaca mobil dan meninggalkan lokasi dengan mengambil bungkus plastik hitam berisi uang.

"Saya baru ingat sebelum saya meninggalkan mobil ada sepeda motor mio soul warna merah putih yang dikendarai pria berperawakan kecil, hitam, rambut ikal, dan berkumis seperti sedang memantau gitu. Saya berdiri cukup lama memperhatikan orang itu sampai akhirnya dia pergi dan saya masuk ke BCA". 

"Sepertinya saya juga melihat orang yang sama di luar pagar Bank BCA memperhatikan ke arah bank," kata korban lagi yang berita ini ditulis masih menjalani pemeriksaan atas pengaduannya ke Polrestabes Medan. 

Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto ketika dikonfirmasi terkait perampokan tersebut belum ada balasan. Ditambah lagi dengan buruknya kinerja SPKT yang cukup lambat memproses laporan pengaduan korban juga tidak dijawab orang nomor satu di kepolisian Kota Medan tersebut.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Puthu Yuda juga enggan menjawab konfirmasi wartawan. Saat dikonfirmasi via layanan WhatsApp, perwira berpangkat dua melati  emas tersebut enggan membalas. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini