Sementara, Kapolres Deli Serdang, Eddy Suranta Tarigan mengatakan, tersangka DN, merupakan warga Tanjung Morawa, dan perannya hanya ikut serta. Sedangkan otak pelakunya adalah AG, tetangga korban. Sementara RO, warga Kabupaten Batu Bara belum diketahui perannya.
"Motifnya masih diselidiki karena otak pelakunya belum ditangkap. DN hanya turut serta. Sekarang kita sedang memburu dua pelaku lagi," ujar Eddy.
Ditanya soal barang bukti yang diamankan dari DN, Eddy menyebut handphone (HP) dan mobil yang digunakan untuk mengangkut jasad korban sudah disita penyidik.
Disinggung mengenai sepasang mayat yang ditemukan di perairan Batubara, Eddy menyatakan, jasad perempuan yang ditemukan identik korban Sunarti. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh kepolsian, jenazah pri diduga adalah salah satu tersangka berinisial RO.
"Informasi yang kita dapat, satu jenazah adalah RO yang kita cari," pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelum ditemukan tewas, Muhajir dilaporkan hilang bersama istrinya Suniati serta anak mereka M Solihin. Ketiganya raib dari rumah mereka di Dusun III Gang Gambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10/2018).
Hilangnya Muhajir, Suniati dan Solihin pertama kali diketahui Desy Rahmawati, putri kandung pasangan Muhajir dan Suniati yang tinggal tak jauh dari kediaman orang tuanya.
Menurut laporan warga, Muhajir terakhir terlihat Senin (8/10) malam. Keesokan paginya, Desy menelepon orang tuanya, namun berkali-kali panggilannya tak mendapat jawaban.
Desy akhirnya mendatangi kediaman orangtuanya, tapi tidak menemukan siapapun hingga membuatnya curiga. Apalagi, dompet berisi KTP orangtuanya ditemukan di rumah. Perempuan ini kemudian melapor ke Polsek Tanjung Morawa.
Beberapa hari kemudian, Muhajir dan Solihin ditemukan tewas dibunuh, sedangkan jasad terduga ibunya ditemukan di perairan Batu Bara. (17M.02)