Sabtu, 05 September 2026 WIB

Poldasu Selidiki Kasus Pembakaran 20 Eksemplar Alquran di Langkat

Administrator Administrator
Poldasu Selidiki Kasus Pembakaran 20 Eksemplar Alquran di Langkat
Int
Ilustrasi


17MERDEKA, MEDAN - Masyarakat kini tengah dihebohkan dengan pembakaran 20 eksemplar Alquran di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Mujahid Generasi Alquran, tepatnya di belakang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Payamabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Informasi diperoleh, pembakaran tersebut terjadi pada Senin (24/12) lalu. Saat itu, sekitar pukul 15.00 WIB, warga menemukan sisa puluhan Alquran yang telah dibakar, namun pelakunya tidak ditemukan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto disinggung soal pembakaran kitab suci ini mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa empat orang saksi. Namun, dia mengaku, upaya itu tidak mudah, karena tidak ada kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Memang kita harus pelan-pelan melakukan pendekatan kepada warga di sekitar TKP. Ini masalahnya sangat sensitif. Yang bersangkutan mungkin juga takut. Mudah-mudahan dengan pendekatan persuasif, kita bisa peroleh informasi seakurat mungkin terkait dengan pelaku," ujar Agus kepada wartawan, Rabu (26/12).

Agus menduga, pembakaran itu dilakukan oleh pihak yang ingin memancing kekisruhan. Karena itu, jenderal bintang dua tersebut mengimbau masyarakat agar tetap tenang supaya kasus pembakaran Alquran ini bisa segera diungkap.

"Saya yakin ini ada upaya-upaya untuk memancing di air keruh. Mohon kepada seluruh warga untuk tenang, karena kita akan upayakan segera bisa mengungkap masalah ini. Tentunya harus didukung oleh informasi-informasi yang akurat dari masyarakat. Mudah-mudahan pelaku yang punya niat tak baik ini bisa kita ungkap," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat Ahmad Mahfuz mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, dan jangan sampai kejadian pembakaran Alquran ini menyulut masyarakat untuk melakukan tindakan provokatif.

"Jangan sampai terpancing provokasi. Kita serahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib. Kita ingin kondisi Langkat dan Sumatera Utara tetap tentram. Jangan sampai ada yang mencoba menggiring isu ini dan menjadikannya alat untuk menebar benih konflik," tegasnya. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini