Jumat, 04 September 2026 WIB

Polda Sumut Identifikasi Mobil Perampok Bank BTPN

Administrator Administrator
Polda Sumut Identifikasi Mobil Perampok Bank BTPN
17merdeka

17MERDEKA, MEDAN - Kasus perampokan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Jalan Batang Kuis, Pasar VIII, Dusun XI, Desa Bandar Kalipah, Percut Seituan, bakal terungkap. Polda Sumut telah berhasil mengindentifikasi mobil yang digunakan pelaku untuk beraksi. 

"Mobil yang digunakan pelaku perampokan itu sudah teridentifikasi," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian kepada wartawan, Rabu (11/7).

Disebutnya, mobil berplat nomor polisi BB (keluaran Tapanuli) yang digunakan pelaku beraksi itu, adalah asli dan pemiliknya adalah seorang wanita bukan warga Medan. 

Namun,  belum diketahui apakah mobil tersebut dipinjam atau direntalkan kepada orang lain. 

"Ini yang masih kita cari tahu, apakah itu benar mobil pelaku, atau justru dipinjam dan dirental," sebutnya. 

Disinggung mengenai jumlah pelaku, Andi Rian menyebut tiga orang dan identitasnya masih dalam penyelidikan. Namun, Andi Rian optimis kasus perampokan itu dapat segera terungkap. 

"Ya, mudah-mudahan lah, kan sudah ada petunjuknya (identifikasi mobil)," ucapnya. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan, pasca terjadinya peristiwa perampokan tersebut, Polda Sumut langsung membentuk tim penyelidikan.

"Kita telah membentuk tim dengan melibatkan Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek setempat," ungkapnya.

Sejauh ini, kata Tatan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap pegawai kasir bank BTPN, Leli Hasibuan (25) serta Security BTPN, Alfisyar (31).

"Dua orang sudah diperiksa, di antaranya kasir bank dan petugas security," sebutnya.

Namun, soal kepemilikan senjata api, belum bisa dipastikan apakah organik atau bukan. 

"Belum tau kita. Bisa saja senjata laras pendek yang digunakan pelaku merupakan replika," tukasnya. 

Disinggung dari kepemilikan senjata, diduga keterlibatan aparat bersenjata atau teroris, Tatan enggan berspekulasi. 

"Masih diselidiki. Untuk mengetahui senpi itu milik aparat atau bukan diketahui dari nomor yang ada di senpi tersebut," terangnya.

Tetapi, Tatan mengakui, saat perampokan terjadi, sistem penjagaan tempat kejadian perkara (TKP) memang sedikit lengah karena masih pagi. Ditambah lagi tidak adanya personel kepolisian yang biasanya berjaga-jaga di setiap bank.

"Kemungkinan para pelaku telah mengintai bank saat jam-jam lengah. Kebetulan kejadiannya pagi, saat pergantian penjagaan," urainya.

Karenanya, Tatan mengimbau, setiap masyarakat agar mampu menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Apalagi, mengenai fenomena perampokan bersenjata itu, bukanlah kali pertama terjadi.

"Kalau saya berpendapat, masyarakat sudah harus membekali diri, untuk mampu menjadi polisi bagi dirinya sendiri," pungkasnya.

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini