Minggu, 06 September 2026 WIB

Pengusaha Kota Bangun Diduga Suruh Oknum Tentara Aniaya Warga

Administrator Administrator
Pengusaha Kota Bangun Diduga Suruh Oknum Tentara Aniaya Warga
17merdeka.com
Korban, Edi (40) yang masih tak berdaya pasca penganiayaan yang diduga dilakukan dua oknum tentara suruhan seorang pengusaha, saat membuat pengaduan ke Polsek Medan Labuhan.

17MERDEKA, MEDAN - Seorang pengusaha ternama di Kelurahan Kota Bangun, diduga menyuruh dua oknum tentara dan warga sipil mengeroyok, Edi (40), warga Jalan Timah, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Marelan, hingga babak belur, Sabtu (29/9/2019) sore kemarin.

Menurut korban, dua oknum tentara, Serka H dan Kopda R bersama dua warga sipil, melakukan pengeroyokan di kediamannya tanpa diketahui penyebabnya. Sore sekira pukul 16.00 WIB, dua oknum tentara bersama dua warga sipil seorangnya bernama Charles, mendatangi kediaman korban.

Begitu sampai dan bertemu, keempat pelaku langsung menghajar korban hingga babakbelur dan tak berdaya. Abang korban, Herman, yang berusaha melerai, tak luput dari penganiayaan itu. Warga tak berani mendekat, karena oknum tentara, Serka H mengeluarkan senjata api.

"Mereka datang naik dua sepeda motor langsung menarik dan mengeroyok saya saat duduk di teras. Abang saya pun ikut dipukuli karena mau melerai. Seorang oknum TNI itu sambil mengeluarkan senjata mengancam warga supaya jangan mendekat," kata korban kepada wartawan di Medan, Minggu (29/9/2019) sore.

Selanjutnya, dalam kondisi tidak berdaya dan berlumuran  darah, korban dipaksa ikut ke sebuah gudang di Jalan Suasa Medan Marelan. Di tempat itu, korban dipertemukan dengan pengusaha ternama Kota Bangun berinisial Bo.

"Si Bobo (60), yang saya yakini sebagai otak pelakunya ini, langsung mengambil balok dan menghantam saya. Setelah itu saya ditelanjangi dan ditinggal di gudang," kata Edi lagi.

Beruntung, ketika itu ada warga yang mengenali korban dan memberitahukan kepada orang tuanya. Korban kemudian membuat laporan polisi (LP) ke Mapolsek Medan Labuhan dengan LP/605/IX/2019/SU/PEL-BLW/sek-medan Labuhan.

Sementara, Komandan Detasemen (Danden) Intel Kodam I/BB, Mayor Ini Wirya ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi adanya penganiayaan dilakukan oknum TNI terhadap warga sipil.

"Nanti saya cek dulu ya Bang," tegasnya.

Sedangkan, orang tua korban, Ali (63), meminta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan tersebut.

"Kalau Polsek Medan Labuhan tidak mampu tangkap pelaku, kami akan melapor kepada Bapak Kapoldasu," tegas Ali. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini