Minggu, 06 September 2026 WIB

Pembunuh Mahasiswi Menyerah ke Polres Tapsel

Administrator Administrator
Pembunuh Mahasiswi Menyerah ke Polres Tapsel
17merdeka
Kapolres Labuhanbatu memaparkan kasus pembunuhan terhadap mahasiswi, Rabu (14/2).


17MERDEKA,  RANTAUPRAPAT - Setelah sepekan dalam perburuan, akhirnya tersangka pembunuh mahasiswi cantik menyerahkan diri ke Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

 

Kapolres Labuhan Batu, AKBP Frido Situmorang, Rabu (14/2) menyebutkan, setelah menerima laporan kasus pembunuhan, pihaknya langsung bergerak dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

Dari TKP, tim menemukan  jam tangan, sandal dan sepeda motor korban. Atas temuan itu, disimpulkan pelaku adalah orang dekat korban.

 

Pelaku pembunuhan terhadap Sisa Lestari (19), warga Dusun V Desa Mekar Marjanji, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, adalah Aryawan alias Wawan (24). Diapun menyerahkan diri ke Mapolres Tapsel pada Senin (12/2) lalu.  

 

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada, Kamis (8/2) di areal perkebunan Afdeling IV, Desa Londut, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), yang merupakan wilayah hukum Polres Labuhan Batu.

 

Latar Belakang Cinta

Kepada awak media, tersangka mengaku pembunuhan itu didasari kisah cinta antara korban dengan tersangka yang baru berlangsung dua bulan. Namun, tersangka telah memiliki istri dan seorang anak yang tinggal di Tapsel.

 

Pelaku mengakui, jika korban tidak mengetahui dirinya sudah memiliki anak dan istri, karena saat berkenalan mengaku masih lajang.

 

"Kami sudah sebulan berpacaran. Awal perkenalan kami di Simpang Tugu Londut. Dia tidak tahu saya sudah berkeluarga, karena saya mengaku lajang," akunya.

 

Selama sebulan berpacaran tersangka mengaku sudah bersetubuh dengan korban sebanyak dua kali dan mereka lakukan di TKP pembunuhan.

 

Malam sebelum pembunuhan, sekira pukul 19.00 WIB, dia dan korban bertemu di lokasi tempat mereka biasa menjalin kasih. Pada pertemuan itu, tersangka berterus terang tentang statusnya yang sudah berkeluarga kepada korban. Pengakuan tersangka membuat korban histeris, meski kemudian bisa ditenangkan.

 

"Mendengar pengakuan saya, dia berteriak, dan mengaku kalau dia sebenarnya sudah lama curiga saya sudah berkeluarga," kenangnya.

 

Setelah itu, dia meminta uang kepada korban sebesar Rp700 ribu. Tetapi permintaan itu ditolak karena korban mengaku tidak punya uang sebanyak itu.

 

Karena tidak dapat, tersangka meminta sepeda motor korban untuk digadaikan dan akan ditebus dalam waktu satu bulan. Namun permintaan itu ditolak, seraya mengancam akan berteriak agar didengar orang.

 

"Dia mengancam akan menjerit dan mengaku mau saya perkosa jika ada orang lewat dari tempat itu," ucapnya.

 

Secara kebetulan, sambung dia, terdengar suara sepeda motor menuju ke tempat mereka. Takut korban nekat menjerit, tersangka mencekik leher korban dan menutup mulutnya sambil bersembunyi agar tidak kelihatan.

 

Setelah sepeda motor itu berlalu, ia melepaskan tangannya dari leher dan mulut korban. Namun, dia nelihat korban sudah tidak bergerak lagi. Saat dia memegang hidung korban, korban terasa tidak bernafas lagi. Begitu jiga dengan denyut nadi korban sudah tidak ada lagi.

 

"Saya pikir dia sudah mati, terus saya jatuhkan dia di tanah dan saya pergi meninggalkannya," kenangnya.

 

Namun enam langkah dia berlalu, dia dikejutkan dengan suara korban menjerit minta tolong. Mendengar itu, spontan dia kembali mendatangi korban seraya membawa sepotong kayu bulat lalu memukul korban di bagian leher dan wajah korban sehingga terkapar dan langsung tewas.

 

"Setelah saya pukul leher dan wajahnya, dia terjatuh dan tidak bergerak lagi. Saya pun langsung pergi dan lari ke Tapsel untuk menemui istri dan anak saya," akunya.

 

Satu hari berada di Tapsel, akhirnya dia memutuskan untuk menyerahkan diri ke Mapolres Tapsel.  (17M.02) 

 

 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini