Jumat, 04 September 2026 WIB

Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Samosir Diduga Suami

Administrator Administrator
Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Samosir Diduga Suami
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Kasus tewasnya satu keluarga terdiri dari suami, istri dan dua anak mereka di Dusun Janji Mauli Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Rabu (24/10) lalu, mulai mendapatkan titik terang. Berdasarkan hasil forensik, polisi menduga kuat pelaku adalah sang suami, James Samsosir (28).


"Yang mati duluan itu istri dan dua anaknya. Jadi kaku mayat, lebam mayat, itu yang terjadi lebih duluan kepada istri dan dua anaknya. Ini hasil pemeriksaan dari forensik. Yang belakangan meninggal itu suaminya. Jadi besar kemungkinan suami yang membunuh istri dan anaknya, lalu dia bunuh diri," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto ditemui usai Shalat Jumat (26/10) di Mapoldasu. 


Meski belum bisa dipastikan pelakunya, namun hasil forensik memberikan petunjuk untuk mengungkap kasus ini. Dalam mengungkap sesuatu harus ada pembuktian ilmiahnya.


"Kita mengatakan begitu karena dari keterangan forensik, yakni lebam mayat dan kaku mayat itu lebih duluan istri dan anaknya. Jadi diduga kerasa si bapaklah yang melakukan pembunuhan ini," tegas Agus.


Kata Agus, dugaan itu dikuatkan lagi dengan gejala-gejala dan informasi dari keluarganya, pasangan ini sering cek-cok. Kalau bertengkar, si istri pergi ke rumah orang tuanya, sehingga menjadi petunjuk dengan adanya fakta di tempat kejadian perkara (TKP) seperti itu, pelakunya adalah si suami.


Disinggung soal banyaknya peristiwa pembunuhan dalam dua pekan terakhir ini, jenderal bintang dua tersebut meminta masyarakat menyikapi hidup dengan bijak. 


"Jangan dikit-dikit marah, harusnya marah dikit-dikit," ujarnya.


Sebagaimana diketahui, satu keluarga di Dusun Janji Mauli Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Rabu (24/10) ditemukan tewas. Jasad tersebut adalah sang suami James Samosir (28), istrinya Rosalina Gultom, serta kedua anaknya Rauli Samosir (4) dan Fransiskus Samosir (3).


Penemuan jasad 4 orang sekeluarga ini bermula pada Rabu (24/10) pukul 10.00 WIB warga bernama Jonson Sinaga yang merupakan tetangga korban merasa curiga karena kerbau milik korban masih berada di bara (bagian bawah rumah adat batak toba tempat ternak).


Selanjutnya Jonson lalu memberitahukan hal tersebut kepada tetangga sekitar rumah korban dan bersama aparat Desa, Leo Sinaga dan Darwis simanjuntak mencoba mengintip ke dalam rumah.


Namun karena tidak dapat melihat situasi dalam rumah, mereka pun melaporkan kepada Kepala Desa, Masbun Sinaga. Singkat cerita, setelah masuk kedalam rumah, warga pun menemukan para korban tewas dengan bersimbah darah.


Adapun barang bukti yang diamankan polisi berupa, pisau dengan sarung  yang berlumuran darah, Kain/pakaian anak anak korban, satu batang balok kayu berukuran 1 meter, serta botol racun hama merk gramoxone 1 (satu) buah. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini