Jumat, 04 September 2026 WIB

Mata Dilakban, Kepala Dipijak, Kedua Kaki Abang Beradik Ditempel 4 Peluru Polisi Helvetia

Administrator Administrator
Mata Dilakban, Kepala Dipijak, Kedua Kaki Abang Beradik Ditempel 4 Peluru Polisi Helvetia
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Dua dari tiga disebut pelaku pengrusakan dan pengeroyokan, ditembak polisi dari Sektor Medan Helvetia diduga karena melawan dan berusaha kabur. Kamis (23/4/2020) dinihari lalu.

Adalah kedua tersangka merupakan Abang beradik, Fernando Sinurat (30) dan Daniel MT alias Anin Sinurat (24) warga Jalan Gaperta Ujung Gang Purnama, Kel. Tanjung Gusta, Kec. Medan Helvetia. 

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga memboyong tersangka lain Jonathan Roy Putra Hutapea (23) warga Jalan Tanjung IX, Kec. Medan Helvetia.

Informasi dihimpun, penangkapan ketiga tersangka atas laporan pengaduan Ari Galih Gumirlang dan Jonner Lumban Raja. Berdasarkan laporan tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan. 

Mengetahui keberadaan tersangka, polisi bergerak dan mengamankan ketiga tersangka di Jalan Gaperta Ujung tepat di Gudang Kosong samping Warnet saat berkumpul bersama puluhan temannya yang sedang merayakan acara ulang tahun.

Kedatangan polisi membuat heboh hingga puluhan pemuda tersebut berhamburan. Di sini, polisi berhasil mengamankan dengan memborgol ketiganya dan selanjutnya diboyong ke lokasi pengerusakan sekitar 300 meter dari lokasi penangkapan di salah satu  kompleks perumahan Guru.

Oleh polisi selanjutnya meminta para tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan pengerusakan. Diduga melawan, polisi selanjutnya memberikan tindakan tegas kepada kedua kaki kedua tersangka merupakan Abang beradik tersebut.

Guna proses selanjutnya ketiga tersangka diboyong ke Mapolsek Medan Helvetia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terpisah, pihak keluarga yang mengetahui peristiwa penembakan tersebut mengaku kecewa terhadap kinerja polisi. Pasalnya, menurut keluarga, penembakan dilakukan polisi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). 

"Yang saya dengar penembakan itu tangan anak kami diborgol, matanya dilakban, lalu kepalanya dipijak ke lumpur baru ditembak," kata ibu korban, R Boru Simanjuntak sembari mengaku sudah melaporkan kasus tersebut kepada keluarganya di Jakarta. 

Terpisah, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean H saat dikonfirmasi hingga, Senin (11/5/2020) malam, tidak kunjung membalas konfirmasi wartawan. (17M.03)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini