Minggu, 19 Juli 2026 WIB

Kasus Perampokan ATM BRI Syariah Tebing Tinggi Tuntas

Administrator Administrator
Kasus Perampokan ATM BRI Syariah Tebing Tinggi Tuntas
17MERDEKA
salah seorang tersangka yang ditembak kakinya

17MERDEKA, MEDAN - Setelah melakukan penyelidikan selama hampir dua bulan, Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut akhirnya berhasil mengungkap misteri perampokan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI Syariah di Tebing Tinggi. 

Secara keseluruhan, petugas mengamankan enam orang pelaku di mana beberapa di antaranya terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan saat akan diamankan.

Para pelaku yang berhasil diringkus yakni, Tunggul Hatigoran Sihombing (43), kemudian menyusul 5 tersangka lainnya yakni, Burhanudin alias Burhan alias Regar Botak (66), Arifin Siregar alias Siregar alias Ardiansyah (42), Pirman Siregar (36), Armen Sinaga (54) dan Alidin (38).

Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum  Polda Sumut, AKBP Faisal Florentinus Napitupulu mengatakan, awalnya pihaknya mengamankan tersangka Tunggul Hatigoran Sihombing. 

"Kemudian dari hasil pengembangan kita mendapatkan informasi bahwa tersangka Regar Botak yang merupakan salah satu anggota komplotan ini ternyata berada di Sulawesi Selatan. Dari informasi itu kita langsung bergerak ke Sulawesi untuk melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap tersangka," ujar Faisal, Rabu (23/8).

Dikatakan Faisal, para pelaku terlibat perampokan mesin ATM BRI Syariah yang terjadi di Jalan Sudirman, Tebing Tinggi pada Senin 16 juni 2017 lalu. Saat itu para pelaku mengambil mesin ATM yang berisi Rp100 juta dan membawanya kabur dengan menggunakan mobil Toyota Inova.

"Dengan diamankannya para tersangka, secara otomatis kami juga berhasil menggagalkan rencana para pelaku yang akan beraksi melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) di salah satu koperasi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan," tukas Faisal. 

Dalam pengungkapan kasus ini, kata Faisal, pihaknya menyita sejumlah barang bukti seperti, 1 unit sepeda motor Matic Yamaha Mio, 1 buah jaket warna merah, 1 celana jeans warna biru, baju kaos berkerah warna coklat abu-abu dan 1 sandal kulit yang digunakan tersangka saat melakukan aksi kejahatannya. 

"Kami masih melakukan pengembangan ke sejumlah kota yang lain untuk mengetahui aksi para pelaku. Kini kami juga masih memburu dua pelaku lain yang terlibat dalam sindikat perampokan ATM antarprovinsi tersebut," pungkas Faisal.

Perlu diketahui, dari hasil interogasi, para pelaku telah berhasil melakukan aksi di sejumlah lokasi di antaranya:

1. Batam (Kepri), Nagoya Kota, Tahun 2013 terhadap nasabah bank, pelaku 5 orang, hasil Rp2 miliar

2. Medan, PT Indako Dealer Honda Jalan SM Raja Tahun 2014, pelaku 7 orang, hasil Rp85 juta

3. Medan, ATM Bank Muamalat Al Azhar Padang Bulan, pelaku 7 orang, hasil Rp100 juta

4. Medan, Koperasi CU Mandiri Jalan Dame, Kecamatan Medan Amplas, pelaku 7 orang, hasil Rp1,6 miliar

5. Kaltim, Showroom Honda (brankas), Tahun 2015, pelaku 6 orang, hasil Rp80 juta

6. Tebing Tinggi, sasaran Koperasi CU pada Juni 2017, hasilnya gagal.

7. Tebing Tinggi, ATM Bank BRI pada bulan Juni 2017, pelaku 8 orang, hasil Rp100 juta

8. Kendari (Sulteng), Showroom Motor, Mei 2016, pelaku 3 orang, hasil Rp30 juta

9. Bulu Kumba (Sulbar), Gudang Rokok, Februari 2017, pelaku 4 orang, hasil Rp300 juta

10. Polmar (Sulbar), Koperasi Berkah, 18 Agustus 2017, pelaku 5 orang, hasil Rp6 juta. (17M/09)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini