Sabtu, 05 September 2026 WIB

Istri Wartawan Dirampok di Jalan Sumatera

Administrator Administrator
Istri Wartawan Dirampok di Jalan Sumatera
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Nana Ariani (35) warga Rantau Prapat harus kehilangan sejumlah harta berharganya saat berkunjung ke Kota Medan, Minggu (18/8/2019) sekitar pukul 04.23 WIB.

Korban sendiri dirampok oleh dua orang pria tak dikenal, ketika becak bermotor yang ditumpanginya melintas di Jalan Sumatera tepatnya di Simpang Jalan Kalimantan, Kecamatan Medan Kota.

Suami korban, Fajar, Selasa (20/8/2019) menceritakan, peristiwa ini bermula, ketika korban bersama kerabatnya Ahmad Raihan yang semula berangkat dari Rantau Prapat, Sabtu (17/8/2019) tiba di Stasiun Kereta Api Medan, pada dini hari. 

Kemudian, ia pun menumpang becak bermotor untuk bertandang ke rumah orang tuanya di Jalan Perhubungan, Kelurahan Benteng Hilir, Medan.

Namun di tengan perjalanan, setelah memilih melewati jalanan sepi, penarik becak motor itu tiba-tiba menghentikan lajunya dengan alasan becaknya rusak. Akan tetapi selanjutnya, tiba-tiba datang dua pria menaiki sp motor dan langsung menarik paksa tas ransel milik istri wartawan di Rantau Prapat tersebut.

"Tarik-tarikan sempat terjadi, sehingga istri saya terjatuh dari atas becak dan membuat badannya luka-luka," jelasnya. 

Akibat kejadian itu, korban pun harus kehilangan barang-barang dalam tas berupa pakaian, KTP, SIM, STNK Sepeda Motor Honda BK-5559-CH, laptop Acer, uang tunai Rp 10 juta, HP Nokia, serta sejumlah kartu ATM dan buku tabungan. 

Selanjutnya aksi perampokan ini dilaporkan oleh korban ke Mapolsek Medan Kota dengan laporan bernomor STPL/737/K/VIII/2019/SU/POLRESTA/Sek M.Kota.

Menurut Fajar, dengan semakin tingginya angka kejahatan yang terjadi, maka kepolisian dinilai bakal gagal memberi rasa aman kepada warga. Misalnya dengan munculnya beberapa kasus begal, rampok, curanmor dan kejahatan jalanan lainnya di wilkum Mapoldasu.

"Belum lagi kasus-kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang dituding sebagai pemicu kejahatan di lapangan," katanya.

Ia juga beranggapan, kejahatan di tengah warga juga sudah cukup memprihatinkan. Termasuk kata dia, bagi pendatang, baik warga asal daerah maupun warga mancanegara yang menjadi korban.

"Jika kejahatan seperti begal dan sejenisnya tak terkendalikan, bagaimana mungkin kondusifitas keamanan dapat terjamin," pungkasnya. 

Terpisah Kapolsek Medan Kota AKP Rikki Rhamadan membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini ujar dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. 

"Sedang kita lakukan penyelidikan," tandasnya. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini