Sabtu, 18 April 2026 WIB

Dua Sindikat Perampok ATM Antar Provinsi Ditembak Poldasu

Administrator Administrator
Dua Sindikat Perampok ATM Antar Provinsi Ditembak Poldasu
17MERDEKA
Kedua tersangka perampokan ATM antarprovinsi tiba di RS Bhayangkara Medan untuk mengobati luka tembak di kedua kakinya, Senin (28/8)

17MERDEKA, MEDAN - R alias Simatupang dan J alias Metal, dua tersangka sindikat perampokan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), warga Batam, Kepulauan Riau, ditembak petugas Subdit III/Jahtanras Dit Reskrimum Polda Sumut dalam penyergapan di Batam, Minggu (27/8).

Dalam kondisi tak berdaya karena kedua kakinya dihadiahi timah panas, mereka tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan guna proses perawatan medis, Senin (28/8) sekira pukul 14.10 WIB.

Kasubdit III/Jahtanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu kepada wartawan di RS Bhayangkara menyebut, Simatupang dan Metal merupakan dua dari sepuluh sindikat perampokan mesin ATM antarprovinsi yang sudah melakukan aksinya sejak 2013 lalu.

Saat tiba di rumah sakit, keduanya yang ditempatkan petugas di bagasi mobil tak bergerak. Dari kedua kaki luka tembak tersangka terlihat darah mengering.

"Kedua tersangka ini merupakan kawanan perampokan mesin ATM yang beraksi antarprovinsi. Keduanya kami amankan bersama Polda Kepulauan Riau di Batam," kata Faisal.

Dijelaskan Faisal, para pelaku sebelum beraksi merancanakan perampokan sedemikian rupa. Siregar Botak, tersangka yang sudah ditangkap memiliki keahlian membaca situasi lokasi perampokan, karena tergolong orang 'pintar'.

"Siregar Botak punya keahlian menerawang. Jadi ada orang daerah yang bertugas memantau kemudian diundang teman-temannya dan merencanakan perampokan," beber Faisal.

Bahkan, sambung Faisal, kawana ini ketika beraksi di Tebing Tinggi, dianggap menantang petugas dengan berkali-kali memandangi CCTV di seputaran ATM.

"Ditantang pelakunya saat di Tebing Tinggi. Saya rasa arogan karena sejak beraksi sejak 2013 belum juga ditangkap," sebut mantan Kasat Intelkam Polrestabes Medan tersebut.

Dari pengungkapan kasus ini, menurut Faisal, mayoritas tersangka menggunakan hasil perampokannya untuk foya-foya. Ada juga yang diinvestasikan ke pertambangan.

"Uangnya habis untuk foya-foya saja. Untuk yang sebelumnya mereka investasikan ke pertambangan, salah satunya Tambang Emas di Batangtoru," pungkasnya.

Penangkapan pelaku ini berdasarkan tindak lanjut dari aksi perampokan mesin ATM Bank BRI Syariah yang terjadi di Jalan Sudirman, Tebing Tinggi pada Senin 16 juni 2017 lalu. 

Saat itu, para pelaku mengambil mesin ATM dan membawanya kabur  menggunakan mobil Toyota Innova. Total kerugian mencapai Rp 100 juta.

Berdasarkan laporan manajemen bank, personel Jahtanras Polda Sumut melakukan penyelidikan. Petugas berhasil mengantongi identitas para pelaku. 

Tepatnya, Kamis tanggal 17 Agustus 2017 sekira pukul 23.30 WIB, petugas mendapat informasi pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) ATM Bank BRI di Tebing Tinggi bernama Tunggul H Sihombing, berada di Desa Panombeaian, Pabe, Simalungun.

Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil meringkus tersangka Tunggul. Namun, tersangka sempat mencoba melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas hingga diberi tindakan tegas dan terukur di kedua betisnya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Matic Yamaha Mio, 1 jaket merah, 1 jeans biru, baju kaos berkerah warna coklat abu abu dan 1 sandal kulit.

Berdasar hasil interogasi yang dilakukan pihak kepolisian, tersangka dan kompoltannya telah melakukan pembobolan ATM di beberapa TKP dan kota.

Di antaranya, Batam, Nagoya, tahun 2013 terhadap Nasabah Bank melibatkan lima pelaku di antaranya,Tunggul Sihombing, Burhanuddin als Regar Botak, Tarigan, Manurung, dan satu orang warga Flores (DPO). Dari aksi tersebut komplotan itu berhasil menggasak Rp 2 milyar.

PT Indako dealer Honda Jalan SM Raja, tahun 2014 melibatkan tujuh orang pelaku diantaranya, Tunggul Sihombing, Regar Botak, Ritik Aritonang dan empat orang lainya teman Ritik Aritonang dengan Hasil menggasak uang Rp 85 juta.

ATM Bank Muamalat Padangbulan, tahun 2014 melibatkan tujuh orang pelaku diantaranya Tunggul Sihombing, Siregar Botak, Ritik Aritonang dan empat orang lainya yang merupakan teman Ritik Aritonang dengan Hasil uang yang digasak Rp 100 juta.

Koperasi CU Mandiri Jalan Dame Kec. Medan Amplas tahun 2014 melibatkan tujuh pelaku di antaranya Tunggul Sihombing, Siregar, Ritik Aritonang, Barnes, Siburian, Siregar Botak dan seorang sopir kenderaaan Avanza hitam dengan hasil Rp 1,6 milyar.

Kaltim, Showroom Honda (brankas) tahun 2015 melibatkan enam pelaku diantaranya Tunggul, Saragih, Azis, Zakaria, Zailani dan Supir kenderaaan Avanza putih dengan hasil Rp 80 juta.

Tebingtinggi, sasaran Koperasi CU, pd bulan Juni 2017 para pelaku beraksi tanpa mendapatkan hasil. Kemudian aksi di ATM Bank BRI, pada bulan Juni 2017 melibatkan delapan orang pelaku diantaranya, Tunggul Sihombing, Burhanuddin als Regar Botak, Batubara dan empat orang lainnya yang merupakan teman Tunggul Sihombing menggunakan kenderaan mobil Inova silver dengan hasil Rp 100 juta.

Kendari, showroom motor, Mei 2016 melibatkan tiga orang pelaku diantaranya, Alidin, Romi dan Jangkung dengan hasil Rp 30 juta.

Bulukumba, gudang rokok, pada Februari 2017 melibatkan empat orang pelaku diantaranya, Pirman Siregar, Alidin, Romi (DPO) dan Jangkung dengan Hasilnya Rp 300 juta.

Polewalimandar, Koperasi Berkah pada 18 Agustus 2017 melibatkan lima orang pelaku di antaranya Burhanuddin als Regar Botak, Arifin Siregar als Ardiansyah Siregar, Pirman Siregar, Armen Sinaga dan Alidin dengan Hasilnya Rp 6 juta. (17M/07)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini