Minggu, 06 September 2026 WIB

Dilaporkan ke Polisi Pengusaha Bimbel Telantarkan Anak dan Istri

Administrator Administrator
Dilaporkan ke Polisi  Pengusaha Bimbel Telantarkan Anak dan Istri
17MERDEKA
Tiurma Roh Dearni Sinaga (kanan) dan anaknya Wendy Rodame Sidabutar (kiri) menujukkan laporan terhadap JS

17MERDEKA, MEDAN - Jahoras Sidabutar, pengusaha Bimbingan Belajar (Bimbel) ternama di kota Medan, Jahoras Sidabutar Private Collage (JSPC) dilaporkan ke  Polrestabes Medan atas kasus dugaan penelantaran anak dan istri. 

JS dilaporkan istrinya, Tiurma Roh Dearni Sinaga dengan nomor LP/2425/XII/2017/Restabes Medan tanggal 7 Desember 2017.

Penuturan Tiurma kepada wartawan, Kamis (28/12), keributan dalam hubungan keluarganya memuncak pada April 2014 silam. Akibatnya, Tiurma beserta keempat anaknya diusir paksa oleh JS. 

"Awalnya cekcok. Memang sudah biasa ribut, tapi puncaknya April 2014. Saya panggil dan dijumpakan dengan orangtua saya untuk buat perjanjian, tapi dia (JS) lari. Begitu pulang, kami langsung diusir dari rumah," kata Tiurma. 

Selain mengusir, sambungnya, terlapor juga kerap melakukan perlakuan kasar terhadap dirinya.

Diungkapkannya, JS tidak pernah mengakui pernikahan  secara resmi. Padahal, pernikahan mereka sejak tahun 1994. Usaha bimbingan belajar itu berada di Jalan Setia Budi No 426 A dan 426 B Medan sejak berdiri pada tahun 2000 silam. 

"Yang paling fatal itu perlakuan KDRT kepada saya. Sejak ribut-ribut dia sudah mulai kasar. Bahkan, hubungan kami dia bilang kumpul kebo dan paling kasar lagi, anak pertama dibilangnya anak haram," ucapnya. 

Penderitaan Tiurma dan anak-anaknya semakin bertambah ketika Jahoras Sidabutar memutuskan untuk menikah lagi pada 5 Desember 2017 kemarin. 

"Harapan saya Polrestabes Medan serius menangani kasus ini agar tidak ada lagi perempuan yang seperti saya (mengalami nasib serupa)," ucap Tiurma. 

Sementara, Wendy Rodame Sidabutar, anak sulung hasil pernikahan Jahoras Sidabutar dan Tiurma turut menyesali kejadian ini. Menurutnya, sejak ayahnya memutuskan untuk mengusir mereka, dia sangat sulit berkomunikasi. 

"Saya nggak diakui sebagai anak. Yang paling nggak suka itu,  ijazah sekolah dan asuransi disita. Omongan ke orang bilang, dia sama mama itu hanya kumpul kebo. Pernah juga minta biaya pendidikan, tapi saya malah diusir," ucap mahasiswa yang terdaftar di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut. (17M.02)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini