Minggu, 06 September 2026 WIB

Diduga Cinta Ditolak, Oknum Polisi Aniaya Istri Orang

Administrator Administrator
Diduga Cinta Ditolak, Oknum Polisi Aniaya Istri Orang
Internet
Ilustrasi

17MERDEKA, LABUHAN - Nur Aini alias Inur (38), warga Jalan Darmin Kampung Bahari Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, didampinggi suaminya, Amri (39) dan anak perempuannya Suva Aulia (13), Rabu (14/3) siang, mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolsekta Medan Labuhan.

Kepada polisi, Ibu Rumah Tangga (IRT) yang telah melahirkan lima anak tersebut mengaku telah dianiaya oknum polisi berinisial Brigadir R. Dia mengaku tak punya masalah dengan pelaku, tapi dipukul.

"Tadi aku dan adikku naik sepeda motor melintas di kawasan Kampung Bahari. Saat berpapasan di jalan, kami distop Brigadir R  dan aku langsung dipukulnya menggunakan helmnya. Aku juga ditendangnya. Bahkan, adik laki-laki ku juga diancam mau dipukulnya dengan tongkat pentungan polisi yang dibawanya," ujar korban sambil menangis di ruang SPKT Polsek Medan Labuhan.

Selama ini, sebut Inur, pelaku sering mengganggunya. Bahkan, pelaku sempat mengaku suka kepadanya, meski korban telah bersuami.

"Selama ini dia ngejar-ngejar aku, tapi aku selalu menolaknya. Mungkin karena itu dia jadi emosi," sebut korban.

Menurut korban, penganiayaan yang dilakukan pelaku sebagai upaya untuk menutupi tabiat buruknya kepada istrinya agar tidak dilaporkan ke pimpinannya.

“Dia tadi menganiaya aku dengan memakai baju dinas polisi. Yang jelas aku tak terima perbuatannya. Aku harap dia segera diproses hukum, jangan

mentang-mentang dia anggota polisi terus mau sesuka hatinya,” kesal korban. 

Senada dengan korban, ayahnya, Badar (51)  yang turut datang

menyambangi Polsekta Medan Labuhan tak terima penganiayaan yang

dialami putrinya.

“Saya minta pelaku penganiayaanterhadap anak ku itu segera ditangkap dan diberikan hukuman setimpal. Jangan mentang-mentang dia anggota polisi jadi suka-suka dia mukulin anak ku. Apalagi, karena cintanya tidak diterima anak ku," kecam orangtua korban.

Kapolsekta Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon SH  ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya laporan korban.

"Saya masih di luar, jadi belum monitor. Coba tanyakan saja langsung ke piket SPKT," ujarnya.

Sementara, petugas piket SPKT Polsek Medan Labuhan mengatakan, korban

Inur sudah diarahakan mengambil visum dari rumah sakit untuk

melengkapi berkas laporannya.

“Selesai tadi dia kita mintai keterangan, selanjutnya korban kita arahkan untuk membuat visum," tandas petugas piket SPKT Polsek Medan Labuhan. (17M.02)  

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini