Sabtu, 05 September 2026 WIB

Diduga Cekcok Asmara, Penambal Ban Bunuh Istri

Administrator Administrator
Diduga Cekcok Asmara, Penambal Ban Bunuh Istri
17merdeka.com
Korban ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya.

17MERDEKA, DELISERDANG - Deni Astuti (36), ibu rumah tangga (IRT), warga Dusun I, Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, tewas bersimbah di ruang tamu rumahnya, Jumat (28/2) pukul 05.00 WIB. Polisi menduga tewasnya Deni dilatarbelakangi cekcok asmara.

Sementara, Julianta Ginting tiba-tiba hilang. Istrinya Deni Astuti, ditinggalkan tewas bersimbah darah di ruang tamu. Polisi mencurigai Deni dibunuh suaminya terkait cekcok asmara. Sebelumnya, warga masih melihat Deni dan Julianta naik sepeda motor. Polsek Galang dan Polres Deliserdang sudah menyebar memburu Julianta. 

"Kalau dari cerita pihak keluarga, karena ada cekcok di dalam rumah tangga korban," ungkap Kapolsek Galang, AKP Teddy Napitupulu, Jumat (28/2). 

Ditanya latar belakang cekcok antara korban dan Julianta Ginting, suaminya? "Kalau kabar-kabar yang beredar, katanya ada perselingkuhan. Ada orang ketiga begitulah," jawab Teddy lagi.

Sejauh ini, personel Polsek Galang masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saki-saksi dan memburu pembunuh korban. Dia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan anaknya BMG (14). BMG  melihat ibunya tergeletak di ruang tamu dalam kondisi bersimbah darah dengan luka di bagian kepala. 

"Anak-anak korban ini tidur di kios rumah korban, sementara korban dan suami tidur di rumah. Sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban bangun dan pulang hendak Salat Subuh. Pas sampai di rumah, kaget melihat ibunya sudah terkapar di ruang tamu rumahnya dengan kondisi berdarah-darah," terangnya lagi.

Anehnya, saat Deni tewas bersimbah darah, Julianta Ginting tidak di rumah. Dia pergi dari rumah dengan mengendarai kereta Yamaha Vixion. 

"Bapaknya, Julianta Ginting tidak berada di tempat dan sampai saat ini belum ditemukan. Polsek Galang dan Polresta Deliserdang masih mencarinya," sebutnya lagi. 

Dari tempat kejadian, polisi menyita potongan besi per mobil, yang diduga alat menghabisi korban. 

Sementara itu, Sumardi, abang ipar korban, mengatakan, dia tidak pernah melihat Julianta dan korban ribut masalah rumah tangga. 

"Jarang ketemu dan mereka sedikit tertutup sama keluarga," bilangnya.

Terpisah, Lina, tetangga korban, mengaku tidak mengetahui adanya pembunuhan di belakang rumahnya. 

"Kami jual tuak sampai jam 12 malam, tapi gak tau di belakang rumah ada pembunuhan," ucapnya.

Dikatakannya, Julianta Ginting kesehariannya bekerja sebagai penambal ban di samping rumah mereka. Pun begitu, sebagai tetangga, korban dan suaminya jarang berkomunikasi dengan tetangga lainnya. 

"Mungkin karena kami jual tuak, sehingga mereka kurang mau komunikasi," katanya. 

Di sisi lain, dari penuturan tetangga, korban dan suaminya dikenal sebagai sosok yang rajin ibadah dan sering pergi salat sama. 

"Tadi malam (Kamis malam) mereka berdua ada boncengan naik kereta pulang habis salat Isya," kata Usuf (51), tetangga korban.

Namun soal rumor perselingkuhan, warga tak berani memastikannya. 

"Kalau soal selingkuhan, kami gak tau. Katanya (bisa saja kemungkinan) kayak gitu, tapi kok tega kali ya yang membunuh korban itu," cetus Usuf. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini