Minggu, 06 September 2026 WIB

Bonaran Situmeang Ditangkap Poldasu di Bandung

Administrator Administrator
Bonaran Situmeang Ditangkap Poldasu di Bandung
Int
Bonaran Situmeang saat akan digiring petugas


17MERDEKA, MEDAN - Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bonaran Situmeang ditangkap Poldasu di Bandung pada Selasa (16/10), usai menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin.

Kini, pengacara itu mendekam di sel Mapoldasu setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pidana dugaan penipuan dan pencucian uang.

"Bonaran Situmeang sudah kita tangkap di Bandung dan sekarang ditahan di Poldasu," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (18/10).

Menurut Nainggolan, penetapan dan penahanan tersangka dilakukan setelah terpenuhi unsur penipuan dengan minimal dua alat bukti yang cukup. Bukti seperti transaksi serahterima uang telah diserahkan korban saat membuat laporan.

Nainggolan menjelaskan, Bonaran ditangkap atas laporan korban bernama Evi Rosnani Sinaga warga Sibolga dengan nomor laporan 848/VII/2018 Poldasu.

"Tersangka terlibat penipuan dan pencucian uang," terang Nainggolan.

Nainggolan menjelaskan, pada tahun 2014 saat tersangka Raja Bonaran Situmeang menjabat sebagai Bupati Tapteng, menyuruh korban dan suaminya untuk mencari calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Dengan ketentuan lulusan S1 membayar Rp165 juta dan lulusan D-3 membayar Rp135 juta rupiah," jelasnya.

Setelah mendapatkan CPNS sebanyak delapan orang, kemudian korban menyerahkan uang Rp1.240.000.000, 
dengan empat tahap. Namun, setelah uang tersebut dikirim, kedelapan orang itu tidak masuk PNS.

"Tanggal 29 Januari 2014 sebesar Rp570 juta yang diserahkan oleh pelapor bersama-sama dengan suaminya uang sejumlah tersebut diserahkan langsung kepada pelaku di rumah dinasnya di Sibolga. Tidak ada dibuatkan kwitansi tanda terima. Tetapi disaksikan oleh Joko selaku ajudan pelaku. Tanggal 30 Januari 2014 sebesar Rp120 juta dikirim oleh korbannya melalui Bank Mandiri cabang Jalan Gatot Subroto Medan, yang dikirim ke No. rekening : 107-00-692-74-55, rekening atas nama Farida Hutagalung, Tanggal 3 Februari 2014 sebesar Rp500 juta dikirim korban dari Bank Mandiri jalan Kirana Raya Medan Petisah yang dikirim ke rekening : 107-00-692-74-55 atas nama Farida Hutagalung dan Tanggal 17 Agustus 2014 diserahkan sebesar Rp50.000.000 tanpa kwitansi," papar Nainggolan.

Merasa tertipu oleh pelaku, korban melaporkan kejadian tersebut ke Poldasu.

"Jadi korban ini dituntut oleh kedelapan CPNS itu. Karena dia (Evi) juga merasa tertipu kemudian melaporkan kasus ini," kata dia.

Dari kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa selembar bukti pengiriman uang Rp120 juta ke rekening Farida Hutagalung, 1 lembar bukti pengiriman uang Rp500 juta ke rekening Farida Hutagalung, print out rekening atas nama Farida Hutagalung mulai dibuka pada tanggal 30 September 2013 sampai rekening tutup di bulan April 2017, surat pengumuman dan syarat penerimaan CPNS di Kabupaten Tapteng, nama-nama peserta CPNS, surat keputusan kelulusan CPNS dan 2 lembar slip penarikan uang oleh Farida Hutagalung.

"Tersangka melanggar pasal 378 dan atau pasal 372 KUHPidana dan atau pasal 4 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pemberantasan tindak pidana pencucian uang," sebutnya.

Pihak Poldasu masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengejar tersangka yang terlibat.

Seperti diketahui, Poldasu melakukan penangkapan 'bebas tampung' terhadap mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang sebagai tersangka kasus penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang di Lapas Sukamiskin Bandung, Selasa (16/10).

Bonaran sebelumnya ditangkap KPK dalam kasus penyuapan Hakim MK Akil Muktar senilai Rp1,8 Miliar dan divonis terbukti bersalah dengan hukuman 4 tahun penjara. Selesai menjalani hukuman, Bonaran langsung ditangkap oleh personil Poldasu kasus penipuan dan pencucian uang. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini