Minggu, 06 September 2026 WIB

9 Orang Berpotensi Tersangka Bom Bunuh Diri di Medan

Administrator Administrator
9 Orang Berpotensi Tersangka Bom Bunuh Diri di Medan
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto mengaku, bahwasanya, tim gabungan Densus 88 dan Polda Sumut sejauh ini telah mengamankan sebanyak 14 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) kemarin

Dari jumlah tersebut, Kapolda menyampaikan, ada sembilan orang yang berpotensi untuk menjadi tersangka. 

"Yaang jelas, dari kejadian kemarin ada 13-14 orang yang sudah dilakukan pengamanan. (dari jumlah itu) yang berpotensi tersangka ada sembilan," ungkapnya kepada wartawan, usai membesuk para korban bom bunuh diri di Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat (15/11) malam.

Kendati tidak merinci siapa-siapa saja kesembilan orang yang berpotensi menjadi tersangka itu, Agus menegaskan, jumlah ini masih bisa bertambah sesuai perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan. 

"Untuk itu kepada masyarakat, mohon doa dan restunya," ujarnya.

Lebih lanjut, Agus berjanji, pihak kepolisian akan terus menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Namun disinggung mengenai pelaku berafiliasi ke kelompok mana, Kapolda enggan menjawabnya.

"Kalau (masalah) jaringan, nanti yang menjelaskan biar dari Densus atau Mabes Polri saja ya," terangnya.

Dalam kesempatan ini Agus juga menuturkan, jika selama ini, selalu saja dikembangkan isu bahwasanya penangkapan yang dilakukan kepolisian merupakan pengalihan isu. Misalnya saat sebelum pelantikan Presiden 2019, kepolisian ada menangkap tiga orang, tapi isu yang dimunculkan adalah pengalihan isu.

"Tapi ternyata ada kejadian kan. Bahkan beberapa tersangka ada yang ditangkap dan akan berkembang kepada tersangka-tersangka lainnya, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan," imbuhnya.

Menurut Kapolda, tidak ada untungnya pengalihan isu dilakukan. "Mereka benar-benar ada disekeliling kita. Mereka kehilangan rasa kemanusiaan, hak asasi, hak Hidup sebagai hak dasar manusia mereka ambil. Korbannya nggak melihat siapa saja, bisa saja masyarakat juga menjadi korban," sebutnya.

Agus membeberkan, para pelaku terorisme umumnya memiliki modus dengan tinggal di kontrakan, mengisolasi diri, dan tidak bersosialisasi dengan masyarakat. 

Oleh karenanya, Agus meminta kepada masyarakat apabila ada tetangga dilingkungannya yang melihat ciri-ciri tersebut supaya disampaikan kepada aparat setempat.

"Ini adalah musuh kita bersama, mari kita rapatkan barisan, kita perangi bersama. Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan seperti ini, (terorisme) ini bukan ajaran agama," pungkasnya. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini