Sabtu, 05 September 2026 WIB

11 Pelajar SD Korban Pedofilia Mengadu ke Poldasu

Administrator Administrator
11 Pelajar SD Korban Pedofilia Mengadu ke Poldasu
dok
Mapolda Sumut

17MERDEKA, MEDAN - Sebanyak 11 pelajar SD, warga Kecamatam Medan Tuntungan menjadi korban pedofilia mengadu ke Poldasu sesuai Surat Tanda Terima Lapor Polisi Nomor 594/IV/2019 tanggal 24 April 2019, diterima Brigadir Arfan Dilla.

Orangtua seorang korban yang membuat laporan ke Poldasu, Sulis Setriani Ketaren (37) kepada wartawan, Kamis (25/4) menuturkan, peristiwa pedofilia ini diketahui, Senin (22/4). Salah seorang korban adalah anak laki-lakinya berusia 11 tahun yang masih duduk di kelas V SD. 

"Ada 11 korban semuanya laki-laki yang masih sekolah kelas IV dan V SD dan peristiwa ini diduga terjadi sejak Maret 2019," sebutnya.

Kata dia, kasus ini mulai terbongkar ketika salah seorang pemuka agama, Sofyan Sembiring curiga dengan pelaku JM alias Jimmy (34), warga Jalan Bunga Turi II, Lingkungan IV, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan karena suka tidur bersama anak-anak dan memeluknya di warung yang ada ayunan di pinggir sawah kawasan tersebut.

Salah seorang korban yang dekat dengan pelaku,  F (10), mengaku sering dikasi uang dan diberi pinjam handphone. Pemuka agama tersebut kemudian melaporkan kepada orangtuanya. Awalnya, ketika si anak ditanya orangtuanya, mengaku hanya dipegang kemaluannya oleh pelaku.

"Tapi ketika ditanya pemuka agama itu, F mengaku sudah disodomi sama pelaku," kata Sulis.

Selanjutnya, orangtua F melalui Kepling bernama Bob, mengumpulkan para orangtua korban berjumlah 10 orang berikut KTP nya untuk membuat laporan ke polisi. 

"Tapi karena kepling bilang perlu biaya untuk membuat pengaduan, orangtua korban tidak mau, dengan alasan mau membuat pengaduan polisi kok mesti kasi uang. Mereka kemudian tidak jadi membuat laporan ke polisi," ujar Sulis.

"Pertama anak saya tidak ngaku, namun malamnya ditanya lagi baru ngaku. Pengakuannya disodomi pelaku, nanti mau dikasi uang. Karena anak saya jadi korban, jadi jumlahnya 11 orang laki-laki pelajar SD," terang Sulis.

Menurut pengakuan anaknya, setelah disodomi dan disuruh pegang kemaluan pelaku baru dikasih uang. 

"Tapi anak saya bilang setelah selesai,  diberi uang Rp10 ribu," jelas Sulis, berharap polisi segera mengusut dan menangkap pelaku yang sudah melarikan diri. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini