Sabtu, 18 April 2026 WIB

Tenda Cinta Jokowi 2" Berlangsung Sukses Luar Biasa

Administrator Administrator
Tenda Cinta Jokowi 2" Berlangsung Sukses Luar Biasa
17MERDEKA
Ketua Parfi Sumut Murni Huber mengenakan baju budaya Korea bersama para relawan dalam Kirab di resepsi 'Ngunduh Mantu' putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu-Muhammad Bobby Afif Nasution, di Bukit Hijau Regency Kompleks Tasbi Medan, 26 November lal

17MERDEKA, MEDAN - Kirab budaya di resepsi 'Ngunduh Mantu' putri satu-satunya Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu-Muhammad Bobby Afif Nasution, Minggu (26/11) lalu, berjalan sukses dan luar biasa. Lebih kurang 5.000 relawan turut serta dalam kirab budaya di perkawinan akbar tersebut.

"Cukup sukses dan luar biasa, Sumut harus bangga akan hal ini karena kearifan lokal Sumut telah dipertontonkan ke seluruh dunia," ungkap Ketua Parfi Sumut Murni Huber, di sekretariat Parfi Sumut, Cafe Huber Jalan Sei Asahan No. 80 Medan, Selasa (28/11/2017). 

Dikatakan Murni, ribuan relawan Jokowi dari 33 kabupaten di Sumut serta relawan dari luar negeri itu turut hadir mengikuti kirab bersama Presiden Jokowi. Mengambil start dari MICC Gagak Hitam/Ringroad hingga ke lokasi acara di Bukit Hijau Regency Kompleks Tasbi dengan jarak lebih kurang 2 kilometer membuat kirab cukup semarak.

"Jadi ada tanda khusus untuk relawan kita ini yakni 'Tenda Cinta Jokowi 2', kalau 'Tenda Cinta Jokowi 1 itu dibuat waktu pesta di Solo," jelas Murni yang menjadi Koordinator Kirab serta Pendiri Relawan Jokowi Sumut dan Internasional sejak 2013 ini.

Huber menyebutkan, kearifan lokal budaya Sumut sukses  karena diliput media pers asing. Sebab, dalam kirab itu menampilkan budaya Sumut seperti mengenakan baju adat dari suku Phakpak, Karo, Angkola, Toba, Simalungun, Melayu deli, dan Nias.

Dari luar Sumut juga ada seperti Padang, Kalimantan, Betawi, Palembang, blBengkulu, Sunda, dan tentu saja dari Solo.

"Tidak itu saja, dari dunia internasiomal juga ada seperti Jepang, Australia, Jerman, Cina, dan Korea. Semua itu kita tampilkan dalam kooridor Parfi Sumut yang ikut di kirab tersebut,"  beber Murni, yang saat itu mengenakan baju Korea ini.

Murni meyakini, lewat momentum yang hanya akan ada satu kali dalam seumur hidup ini, budaya leluhur Sumut bisa 'dijual' ke dunia internasional.

"Jadi inilah Sumut yang penuh dengan multi etnik, kearifan lokal, bersaudara dengan keberagaman budayanya. Jadi tidak ada seorang pun yang bisa memecah belah," pungkasnya. (17M.05)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini