Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Poldasu Siapkan 13.170 Personel Amankan Pilkada di Sumut

Wakil Ketua KPK : Negara Hancur Karena Korupsi
Administrator Administrator
Poldasu Siapkan 13.170 Personel Amankan Pilkada di Sumut
17merdeka
Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw menerima cinderamata dari panitia didampingi Wakil Ketua KPK Thony, Saut Situmorang, Rabu (14/3).

17MERDEKA, MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, untuk pengamanan Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) 2018 di Sumut, Polda Sumut sudah membentuk Operasi Mantap Praja Toba 2018. Operasi mantap Praja 2018 melibatkan 13.170 personel yang akan ditempatkan untuk pengamanan di TPS.

"Saya sangat mengapresiasi masyarakat di Sumut ini yang memiliki perbedaan sikap dan prilaku dari daerah yang lain dan tetap solid. Sumut merupakan contoh dari kebhinekaan yang ada di Indonesia dengan berbagai macam perbedaan, namun tetap rukun berdampingan," kata jenderal bintang dua tersebut, sebagai narasumber diskusi Publik Memilih Cerdas Hasilkan Sumut yang Berkwalitas, Rabu (14/3). 

Acara itu diselenggarakan DPD Fornas Bhinneka Tunggal Ika di gedung Digital Library Unimed, dihadiri narasumber Kapoldasu Irjen Paulus waterpauw, Wakil Ketua KPK Tony Saut Situmorang, Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga, Rektor Universitas Negeri Medan Prof Dr Sawal Gultom, MPd, Moderator Rajamin Sirait, para pejabat utama Polda Sumut, Kapolrestabes Medan dan dihadiri sekitar 300 orang undangan. 

Kapolda juga mengingatkan agar tidak menyebarluaskan berita-berita hoax. "Berita hoax (bohong) bisa merubah situasi dari kondusif menjadi tidak kondusif. Berita hoax semakin meningkat menjelang pilkada. Karena itu supaya tidak menyebarkan brita hoax," tegas Paulus, mengingatkan menyebarkan berita hoax diancam UU ITE. 

Disebutkan, saat ini ada enam orang ditangkap karena menyebarkan berita hoax. "Mari bantu kami dengan memberikan informasi tentang penyebaran berita hoax yang ada di Sumut," pungkasnya. 

Sementara, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang mengatakan,  kehancuran suatu negara salah satunya berawal dari adanya korupsi dari kepala negara sehingga membuat keamanan negara menjadi lemah dan adanya hoax yang memang saat ini mudah menyebar di era digital ini.

"Kami sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi siap menangani segala bentuk korupsi untuk memperbaiki negara ini, yang tentunya tidak lepas dari bantuan pihak kepolisian untuk bekerja sama memberantas korupsi," ujarnya.

Saut Sirumorang mengajak seluruh masyarakat Indonesia mulai dari sekarang stop budaya korupsi. "Jika kita tidak stop korupsi dari sekarang, percayalah 30 tahun ke depan negara ini akan hancur," sebutnya. (17M.02) 

 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini