Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Poldasu Akan Tindak Tegas Penyebar Hoax dan Isu SARA Jelang Pilgubsu 2018

Administrator Administrator
Poldasu Akan Tindak Tegas Penyebar Hoax dan Isu SARA Jelang Pilgubsu 2018
Internet
ilustrasi

17MERDEKA, MEDAN - Subdit I/Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, menegaskan akan menindak tegas para penyebar hoax dan juga isu SARA. 

Sikap itu dalam rangka menjaga Kamtibmas menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018. Hal itu disampaikan Kasubdit I/Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Herjoni Saragih saat diwawancarai, Senin (19/2).

"Kami bekerjasama dengan Humas. Kita buat suspend untuk acount yang dapat menimbulkan SARA. Seperti Facebook, Instagram, Path dan Twiter mengandung unsur SARA, jika dilapor beberapa orang maka provider akan menutup acount itu, prefentifnya seperti itu. Namun, kalau terlanjur sudah tersebar di Media Sosial, diketahui banyak orang, kita tindak yang artinya tindakan regresi," ujar Herjoni.

Selain itu, dikatakannya pihaknya juga akan meningkatkan patroli cyber. Setiap acount yang terindikasi, akan dipantau terus dan ketika ada laporan, langsung dilacak siapa pemilik acount, alamat pemilik acount bahkan nomor telepon pemilik acount. 

Sejauh ini, Di sebutnya, pengguna media sosial di Sumut masih tahap toleransi dan juga lebih dewasa sehingga kamtibmas masih terjaga baik.

"Paling penting itu untuk mengatasi isu SARA dan hoax, kesadaran masyarakat. Bagaimana bentuknya, jika masyarakat  tidak terprovokasi, tidak akan apa-apa," lanjutnya.

Sebelum mengakhiri, dikatakannya, saat ini pihaknya tengah menangani 2 kasus, pertama penyebar SARA dan kedua soal pencemaran nama baik yang berkaitan dengan Pilgubsu 2018. 

Namun, Herjoni mengaku belum dapat menyampaikan ke publik, mengingat berkas belum lagi lengkap sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan tudingan keberpihakan.

"Kita netral, tidak berani kita aneh-aneh. Kalau sudah fix semua berkasnya, media liput tidak apa-apa, " tandasnya.

Terpisah, Direktur Ditreskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Riyan menyebut semua hal diantisipasi, baik yabg bersifat rutin, termasuk juga khusus yang dalam kaitan pengamanan pelaksanaan Pilkada Sumut 2018. 

Saat ini, paling diantisipasi pihaknya, yakni kasus-kasus yang terkait dengan musim politik, ujaran kebencian, kasus diskriminasi ras dan etnis.

"Termasuk kasus-kasus berbau SARA. Makanya ada Satgas yg dibentuk dalam Operasi," ujarnya singkat. (17M.02)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini