Rabu, 22 Juli 2026 WIB
Parade Tauhid Jilid II Sumut

PBB & Brigade Hizbullah: Kebebasan Beragama Adalah Hak Azasi

Administrator Administrator
PBB & Brigade Hizbullah: Kebebasan Beragama Adalah Hak Azasi
17merdeka.com
Ketua PBB Medan, Syaiful Anhar Nasution didampingi Komandan Hizbullah Bulan Bintang Medan, Bambang Santoso didampingi para pengurus PBB dan Brigadi Hizbullah Kota Medan. IST/24JAM

17MERDEKA, MEDAN - Islam adalah agama yang membawa kebaikan kepada seluruh alam semesta. Ajarannya meliputi segala sektor kehidupan termasuk politik. Untuk itu, jangan alergi dengan pergerakan Umat Islam, khususnya di bidang politik. 

Hal ini disampaikan Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Medan, Syaiful Anhar Nasution didampingi Komandan Hizbullah Bulan Bintang Medan, Bambang Santoso, seusai acara Parade Tauhid Jilid II Sumatera Utara di Masjid Raya Almashun, Jalan SM Raja, Medan, Selasa (11/9).

Momen 1 Muharram 1440 H, jelasnya, tahun baru Islam dengan membuat Parade Tauhid menjadi syiar Islam, di Sumut khususnya. 

"Ini harus jadi momen penggalangan kekuatan Islam di bidang politik dan ekonomi umat. Kegiatan yang melibatkan seluruh elemen ormas Islam ini pastinya dapat menggugah hati masyarakat untuk bersatu dan bagi petinggi negeri diharapkan dapat mengakomodir suara Umat Islam," katanya.

"Kita menyambut gembira isu yang digulirkan di Parade Tauhid, yakni tentang membangun ekonomi umat mengimbau agar umat terbebas dari riba, karena riba mengakibatkan umat terhina, tidak tenang, rapuh dalam aqidah dan terjajah. Ini sebagai upaya konkrit penyadaran umat agar ekonomi umat bisa bangkit dan menjadi kekuatan tersendiri. Ekonomi dipandang sebagai urat nadi kebangkitan umat untuk itu sudah tepat umat harus jauh dari riba," jelasnya.

Akhir-akhir ini, sambungnya, banyak isu yang mendeskreditkan Islam, contohnya kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) pembatasan suara adzan.

"PBB beserta Brigade Hizbullah Bulan Bintang Kota Medan sangat tidak sependapat dan mempertanyakan kebijakan yang  dibuat dan dapat dikategorikan inkonstitusional, kebebasan beragama beserta menjalankan ajaran agama adalah Hak Azasi Manusia (HAM) yang dilindungi negara, bahkan hukum internasional. Tidak ada ajaran agama Islam mengajarkan mengganggu keamanan dan kenyamanan orang lain, maka jangan ada pembatasan umat menjalankan ajaran agamanya. Seharusnya negara melindunginya, jangan malah ada pembatasan-pembatasan yang menyulut kemarahan umat. Negara harus berhati-hati ketika masuk ke wilayah agama karena tingkat sensitivitasnya sangat tinggi," tegasnya.

Komandan Hizbullah Bulan Bintang Medan, Bambang Santoso, menimpali momen 212 dan lain-lain harusnya menjadi pelajaran berarti. 

"Ambilah hikmah dari gerakan itu karena berasal dari masyarakat yang terganggu dan merasa ketidak-adilan atas kebijakan pemerintah. Ini malah pemerintah melalui Kemenag mengeluarkan kebijakan pembatasan azan dan pembacaan Al-Quran di masjid," tegasnya.

"Artinya Pemerintah tidak belajar dari pergerakan demi pergerakan yang berkembang di tengah masyarakat. 

Pemerintah harus menyikapi kondisi yang berkembang. Pemerintah itu esensinya adalah pelayanan dan pelindung bagi rakyatnya. Pemerintah jangan memandang kekuasaan yang dimandatkan kepadanya dijadikan alat arogansi dan kesewenangan," pungkasnya.

"Ke depan Kami berharap kepada Pemerintah peka memandang kondisi yang berkembang. Gerakan-gerakan di segala penjuru negeri di 1 Muharram harus dijadikan telaahan dan pembelajaran. Gerakan yang meluas di tengah masyarakat yang membawa berbagai isu harus direspon dan diakomodir," kata Syaiful Nahar dan Bambang Santoso. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini