Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Masyarakat Diminta Laporkan Penyelewengan APBD PPDB Rp 17 Miliar

Administrator Administrator
Masyarakat Diminta Laporkan Penyelewengan APBD PPDB Rp 17 Miliar
dok
AKBP MP Nainggolan

17MERDEKA, MEDAN - Polda Sumut meminta kepada masyarakat segera membuat laporan resmi ke Polda Sumut jika menemukan dugaan ketidakberesan penggunaan APBD bagi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online sebesar Rp17 miliar.

"Segera buat laporan resmi, pasti akan kita selidiki," tegas Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (26/8).

Selain meminta masyarakat segera buat laporan, Nainggolan menyarankan agar masyarakat memberikan bukti-bukti terkait penggunaan dana tersebut. "Bukti itu nantinya bisa membantu pihak kepolisian," katanya. 

Menurut Nainggolan, pihak kepolisian tetap memantau ataupun menyelidiki adanya pemberitaan masyarakat yang meminta agar Kadisdik Sumut Arsyad Lubis untuk diperiksa terkait PPDB online. 

"Terimakasih sebelumnya, kita akan pantau," ujar Nainggolan. 

Seperti di pemberitaan, Ketua DPW Pemuda Lira Sumut, Ahmad Ibrahim Hutasuhut meminta agar Polda Sumut segera memeriksa Kadisdik Sumut Arsyad Lubis, terkait penggunaan APBD Sumut bagi pelaksanaan PPDB online sebesar Rp17 miliar.

Ahmad Ibrahim mengatakan, banyaknya keluhan dari siswa dalam daftar zonasi namun tidak lulus PPDB Sumut 2019, itu menunjukan ada yang tidak beres dalam pelaksanaan PPDB sejak tahun 2017 lalu. 

Apalagi, dalam pernyataan media massa, oknum Kadisdik Sumut meyakinkan publik jika PPDB yang diklaim dilaksanakan secara online dengan sistem zonasi 90 persen itu mengutamakan anak yang berada dalam zonasi.

"Jika konsisten dilaksanakan secara zonasi 90 persen, tentunya sangat kecil siswa yang dalam zonasi tidak lulus," sebutnya. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini