Rabu, 22 Juli 2026 WIB

Lurah Sei Mati Ancam Warga Harus Bayar PPB

Kalau Tidak Rumah Kena Lelang
Administrator Administrator
Lurah Sei Mati Ancam Warga Harus Bayar PPB
17merdeka.com
Lurah Sei Mati, Fahrurrozi

 17MERDEKA, MEDAN - Lurah Sei Mati Kecamatan Medan Johor, Fahrurrozi dikabarkan mengancam warganya untuk membayar pajak bumi bangunan (PBB). Apabila tidak, katanya rumah warga akan dilelang. 

Hal ini diketahui dari seorang warganya yang mengaku dapat ancaman dari oknum lurah tersebut. 

"Kita akui belum bayar PBB tapi janganlah dipaksakan bahkan sampai ada pengancaman seperti itu, kalau tidak bayar PBB rumah akan dilelang. Inikan namanya penindasan. Apalagi seruan itu muncul dari mulut seorang Lurah," ujar salah seorang warga Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Johor yang namanya minta dirahasiakan pada 17merdeka.com. 

"Siapa yang tak mau bayar, tapi, sabarlah untuk makan saja saat ini dah syukur. Untuk makan saja saat ini kita menggapainya serasa Senin-Kamis. Untung saja kita tidak ngemis dan meminta minta serta mengkritik soal apa yang sudah dibuat oleh sang Lurah untuk kampung kita ini, dan kemana dana pembangunan untuk kelurahan Sei Mati dibuatnya. Belum lagi dana yang kucurkan oleh Jokowi sebesar Rp 1 Miliar untuk setiap kelurahan," bebernya lagi. 

Masih lanjutnya lagi, penekanan untuk pembayaran PBB memang merupakan kewajiban kita sebagai warga yang baik.

"Tapi maunya seimbang dengan kewajiban pemerintah membangun kampung kita," katanya. 

"Tapi kan lucu, berpuluh tahun masyarakat menahankan banjir setiap hujan, jangankan kelurahan membantu 'batang hidungnya'  saja tak pernah muncul di saat warga membutuhkannya," kritiknya lagi. 

Menurutnya, kalau mau menyadarkan taat bayar PBB harusnya pemerintah senangkan dulu hati rakyat. 

"Buat bersih dan nyaman kampung warga baru kita sedikit bisa tekan warga untuk bayar PBB. Apa sih susahnya untuk mengatasi banjir, hanya tinggal korek parit dalamkan dan lebarkan sedikit. Beko milik Dinas Pertamanan ada, PU ada kan tinggal mohon. Tapi yang jelas lurah tidak punya program kerja, Jangankan untuk membayar PBB, uang minyak Beko, serta gaji operator mungkin masyarakat kelurahan Sei Mati mau menyumbang," akhiri sumber.

Ketika hal ini dikonfirmasi terkait pengancaman terhadap warga, Lurah Sei Mati Fahrurrozi, membantah.

"Tidak benar, mana ada kewenangan kami menyita. Kami hanya mendampingi orang dinas," kilah Fahrurrozi, Kemarin siang. (17M.13)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini